BeritaBerita MelawiKarhutlaKesehatanWarta Melawi

Kualitas Udara Melawi Memburuk, Dinkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

23
×

Kualitas Udara Melawi Memburuk, Dinkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul hasil pengukuran kualitas udara pada Rabu (7/10/2026) pagi yang menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 berada pada kategori berbahaya di sejumlah wilayah.

Pengukuran dilakukan di empat lokasi, yakni Desa Tiong Keranjik, Kecamatan Belimbing Hulu; Desa Loka Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh; Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh; serta Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat.

Di Desa Tiong Keranjik, pengukuran pukul 07.26 WIB mencatat PM2.5 sebesar 928 µg/m³ dan PM10 sebesar 3.849 µg/m³. Sementara di Desa Loka Jaya pada pukul 07.29 WIB, PM2.5 tercatat 378 µg/m³ dan PM10 912 µg/m³.

Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Tanjung Niaga. Pada pukul 07.58 WIB, konsentrasi PM2.5 mencapai 568 µg/m³, sedangkan PM10 berada pada angka 989 µg/m³.

Adapun di Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, pengukuran pukul 08.13 WIB menunjukkan PM2.5 sebesar 290 µg/m³ dan PM10 sebesar 724 µg/m³. Berdasarkan informasi dalam pemantauan Dinkes Melawi, kondisi tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi Arif Santoso, S.K.M., M.K.M., mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat hingga berbahaya. Apabila harus beraktivitas di luar, masyarakat sebaiknya menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikulat,” ujar Arif Santoso.

Menurutnya, masyarakat juga perlu memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Paparan partikulat PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas hingga memperburuk penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis dan PPOK.

Selain itu, paparan udara dengan kualitas buruk juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

“Kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian lebih. Kami menyarankan agar anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki keluhan atau penyakit pernapasan menghindari aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih kurang baik,” kata Arif.

Dinkes Melawi juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan, menutup pintu dan jendela rumah guna mengurangi masuknya partikulat, serta menggunakan masker dengan baik ketika harus keluar rumah.

Bagi masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi atau gangguan pernapasan lainnya, disarankan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan mengurangi paparan udara yang tercemar serta mengikuti informasi kualitas udara. Jika muncul gejala gangguan pernapasan, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” pungkas Arif Santoso.

Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi juga mengingatkan bahwa angka pengukuran sesaat tidak serta-merta menggambarkan nilai ISPU resmi untuk periode tertentu, karena perhitungan ISPU memerlukan periode pengukuran sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, tingginya angka partikulat yang terpantau menjadi peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap paparan udara di wilayah masing-masing. (Bgs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250

You cannot copy content of this page