BeritaBerita MelawiBPBD MelawiDesaKalbarKarhutlaWarta Melawi

Karhutla di Sulub Permai Melawi Meluas, Api Mengancam Permukiman Warga

36
×

Karhutla di Sulub Permai Melawi Meluas, Api Mengancam Permukiman Warga

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Dusun Sulub Permai, Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Kebakaran tersebut menghanguskan ratusan hektare semak belukar dan perkebunan kelapa sawit milik warga. Hingga Selasa (13/10/2026) malam, api dilaporkan masih menyala dan meluas hingga mendekati permukiman penduduk.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, informasi kejadian diterima pada Selasa (13/10/2026) pukul 18.20 WIB dari masyarakat Dusun Sulub Permai.

Kobaran api yang terus meluas menjadi perhatian warga karena berpotensi mengancam permukiman. Sementara itu, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses menuju titik api yang sulit dijangkau hingga terbatasnya sumber air di lokasi kebakaran.

BPBD Kabupaten Melawi, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rahmad Mauludin, mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran telah menghanguskan ratusan hektare semak belukar dan perkebunan milik warga. Hingga laporan terakhir, api masih menyala sehingga upaya pemadaman dan pemantauan terus dilakukan.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, kebakaran telah menghanguskan ratusan hektare semak belukar dan perkebunan milik warga. Hingga laporan terakhir, api masih menyala sehingga penanganan dan pemantauan di lapangan terus dilakukan,” ujar Rahmad Mauludin. Kamis (14/10/2026) kepada Redaksi Wartamelawi.com.

Ia menjelaskan, kondisi medan yang sulit menjadi salah satu hambatan dalam proses pemadaman. Selain akses jalan menuju titik api yang sulit dilalui kendaraan, sumber air di sekitar lokasi juga terbatas.

“Dengan kondisi tersebut, diperlukan dukungan sarana dan prasarana penanganan karhutla agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara maksimal. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru,” tambahnya.

Sementara itu, Alex, warga Dusun Sulub Permai, Desa Ulak Muid, mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diketahuinya, titik awal kebakaran berasal dari lahan kosong wilayah Desa Maris Permai, Kecamatan Tanah Pinoh. Api kemudian meluas hingga memasuki wilayah Dusun Sulub Permai, Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat.

“Sumber api awalnya berasal dari lahan kosong Desa Maris Permai, Kecamatan Tanah Pinoh. Sekarang api sudah meluas ke wilayah Sulub Permai dan hampir mendekati permukiman warga. Kami khawatir jika api terus merambat, kebakaran bisa semakin dekat dengan rumah-rumah penduduk,” ungkap Alex.

Ia berharap penanganan kebakaran dapat segera ditingkatkan mengingat api masih menyala dan berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan. Menurutnya, dukungan peralatan pemadaman dan ketersediaan sumber air sangat dibutuhkan untuk membantu menghambat pergerakan api.

“Harapan kami, ada penanganan yang lebih maksimal agar api segera bisa dikendalikan dan tidak sampai membakar rumah warga. Kami berharap bantuan peralatan dan sarana pemadaman dapat segera tersedia karena kondisi di lapangan cukup sulit,” katanya.

Dalam penanganan karhutla tersebut, sejumlah unsur terlibat di lapangan, di antaranya pihak Kecamatan Tanah Pinoh, Polsek Tanah Pinoh, Koramil Tanah Pinoh, petugas pemadam kebakaran PT Adau, perangkat Desa Ulak Muid, perangkat Dusun Sulub Permai, serta masyarakat setempat.

Upaya penanganan sementara dilakukan melalui pemadaman dan pemantauan perkembangan kebakaran. Namun, api yang masih menyala serta kondisi medan yang sulit menjadi tantangan bagi petugas dan warga dalam mengendalikan kebakaran.

Berdasarkan laporan sementara BPBD Kabupaten Melawi, belum terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Meski demikian, ancaman terhadap permukiman warga menjadi perhatian karena kobaran api dilaporkan telah meluas hingga mendekati kawasan tempat tinggal penduduk.

BPBD Kabupaten Melawi mengimbau pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Apabila menemukan titik api, warga diharapkan segera melaporkannya kepada BPBD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, atau kepolisian setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Selain itu, pemerintah kecamatan dan desa diharapkan berperan aktif memberikan penyuluhan mengenai bahaya kebakaran serta menyiapkan peralatan pemadam kebakaran untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Kebakaran di Dusun Sulub Permai menjadi perhatian serius karena api masih menyala dan dilaporkan mendekati permukiman warga. Dukungan sarana pemadaman, koordinasi lintas sektor, serta kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250

You cannot copy content of this page