BeritaBerita MelawiDPRDImbauanKarhutlaKesehatanWarta Melawi

Ketua DPRD Melawi Imbau Warga Waspadai Kabut Asap, Gunakan Masker, Jaga Kesehatan dan Keselamatan Berkendara

16
×

Ketua DPRD Melawi Imbau Warga Waspadai Kabut Asap, Gunakan Masker, Jaga Kesehatan dan Keselamatan Berkendara

Sebarkan artikel ini
Gambar : Hendegi Januardi Usfa Yursa, S.IP. Ketua DPRD Melawi

Wartamelawi.com – Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa, S.IP, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Selain dapat mengganggu kesehatan, kabut asap juga berpotensi mengurangi jarak pandang sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Imbauan tersebut disampaikan Hendegi menyusul hasil pemantauan kualitas udara yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi pada Kamis, 15 Oktober 2026 pagi. Hasil pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sesaat di sejumlah lokasi menunjukkan kondisi yang perlu mendapat perhatian masyarakat.

Hendegi mengatakan, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi kabut asap semakin pekat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta lebih berhati-hati.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap. Jika kualitas udara sedang kurang baik, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan. Bagi yang harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai dan tetap menjaga kondisi kesehatan,” ujar Hendegi. Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, paparan asap dan partikel udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi mata dan saluran pernapasan, batuk hingga sesak napas. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk kesehatan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Selain kesehatan, Hendegi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika berkendaraan. Kabut asap yang cukup tebal dapat menyebabkan jarak pandang terbatas, khususnya pada pagi hari atau ketika konsentrasi asap meningkat.

“Kami juga meminta masyarakat yang berkendaraan untuk lebih berhati-hati. Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan. Kurangi kecepatan, nyalakan lampu kendaraan jika diperlukan dan jangan memaksakan berkendara apabila jarak pandang sangat terbatas,” tegasnya.

Ia meminta para pengendara untuk mengutamakan keselamatan dan tidak terburu-buru saat melintas di kawasan yang diselimuti kabut asap.

“Utamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Kalau kondisi jarak pandang sangat terbatas, lebih baik berhenti sementara di tempat yang aman sampai kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, pemantauan kualitas udara dilakukan melalui pengukuran ISPU sesaat pada Kamis, 15 Oktober 2026 pagi. Pengukuran di Desa Pemuar, Kecamatan Belimbing, pada pukul 07.41 WIB mencatat PM2.5 sebesar 1.867 dan PM10 sebesar 12.507.

Sedangkan pengukuran di Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, pada pukul 07.40 WIB mencatat PM2.5 sebesar 1.039 dan PM10 sebesar 2.000. Dalam informasi pemantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, kedua lokasi tersebut masuk dalam kategori berbahaya berdasarkan hasil pengukuran sesaat.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena kualitas udara yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung dan paru.

Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa paparan asap dan partikel udara dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan, batuk, sesak napas serta memperburuk kondisi penderita asma. Masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai dan terpasang dengan baik dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan asap. Masyarakat juga disarankan menutup pintu dan jendela rumah serta menggunakan penyaring udara apabila tersedia.

Hendegi juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kondisi kabut asap.

“Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan, keselamatan dan lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kondisi kabut asap. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secepatnya,” pungkas Hendegi.

Ia berharap masyarakat tetap mengikuti informasi dan imbauan resmi pemerintah terkait perkembangan kualitas udara di Kabupaten Melawi. Masyarakat juga diminta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang cukup berat. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250

You cannot copy content of this page