Wartamelawi.com – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penyerahan bantuan berlangsung di Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh, Selasa (3/11/2026), sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami dampak bencana tersebut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa, Wakapolres Melawi, LO Dandim, Plh. Sekretaris Daerah, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Nanga Pinoh, serta para kepala desa.
Dalam arahannya, Bupati Dadi Sunarya menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan merupakan bagian dari dukungan Presiden Republik Indonesia bagi masyarakat yang terdampak karhutla di Kabupaten Melawi.
Mengacu pada data Dinas Sosial Kabupaten Melawi, penerima bantuan di Kecamatan Nanga Pinoh tercatat sebanyak 421 kepala keluarga (KK), sementara di Kecamatan Pinoh Selatan berjumlah 165 KK. Paket bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya beras, ikan kaleng, gula pasir, minyak goreng, dan susu.
Selain penyaluran bantuan pangan, Bupati juga menjelaskan pemanfaatan dana bantuan dari Presiden RI sebesar Rp10 miliar yang diperuntukkan bagi penanganan dampak karhutla di Kabupaten Melawi. Anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk memperkuat sarana dan prasarana pendukung penanggulangan kebakaran.
Sejumlah fasilitas yang telah dialokasikan melalui anggaran tersebut meliputi dua unit mobil pemadam kebakaran merek Mitsubishi, satu unit mobil tangki air, dua unit kendaraan taktis Hilux 4×4, serta sepeda motor jenis KLX dan berbagai perlengkapan penanganan karhutla. Peralatan tersebut direncanakan untuk mendukung kesiapsiagaan di tingkat kecamatan, dengan alokasi anggaran sekitar Rp200 juta untuk masing-masing kecamatan.
Pada kesempatan itu, Bupati meminta para camat dan kepala desa agar memastikan proses pendataan penerima bantuan dilakukan secara cermat dan transparan. Ia menegaskan bahwa ketepatan data menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Ia juga mengingatkan pentingnya kelengkapan administrasi dan dokumentasi dalam setiap tahapan penyaluran maupun penggunaan anggaran. Hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena pengelolaan dana bantuan mendapat pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Kejaksaan Tinggi, Polda, Kejaksaan Negeri Sintang, dan Polres Melawi.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Dadi Sunarya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kering akibat fenomena El Nino.
Menurutnya, langkah antisipasi harus dipersiapkan sejak dini melalui koordinasi dan kerja sama lintas instansi. Dengan kesiapan yang optimal, diharapkan potensi bencana dapat diminimalkan sehingga keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Melawi tetap terjaga. (Bgs).
















