BeritaBerita MelawiPemerintahWarta Melawi

Pengurus APKASINDO Melawi Periode 2025–2030 Dilantik, Ini Pesan Bupati Dadi

121
×

Pengurus APKASINDO Melawi Periode 2025–2030 Dilantik, Ini Pesan Bupati Dadi

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, mendorong jajaran Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kabupaten Melawi periode 2025–2030 untuk semakin aktif memperkuat kemitraan, meningkatkan kapasitas petani, serta mendorong pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang produktif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri pelantikan pengurus DPD APKASINDO Kabupaten Melawi periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Workshop Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Perkebunan Kelapa Sawit, Kamis (24/9/2026), di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi.

Bupati mengatakan, pelantikan kepengurusan baru hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai agenda organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi APKASINDO dalam mendukung kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit sekaligus memperjuangkan kepentingan petani.

Menurutnya, sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah, baik melalui pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan maupun aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Kabupaten Melawi.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat peran dan tanggung jawab APKASINDO dalam membangun kemitraan, meningkatkan kapasitas petani kelapa sawit, serta mendorong pengelolaan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” ujar Bupati.

Ia menekankan, peningkatan kapasitas petani perlu terus dilakukan, baik dalam aspek pengelolaan perkebunan, pemanfaatan teknologi maupun pemahaman terhadap tata kelola perkebunan yang baik. Dengan kapasitas yang semakin kuat, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perkebunan.

Di sisi lain, Bupati mengingatkan bahwa pengembangan perkebunan harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga lingkungan. Salah satu perhatian utama adalah pencegahan Karhutla yang dapat memberikan dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, pendidikan, perekonomian hingga aktivitas transportasi.

“Pencegahan Karhutla harus dimulai dari tingkat tapak melalui peningkatan kewaspadaan, edukasi kepada masyarakat dan petani, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran. Jangan sampai kita baru bergerak ketika api sudah muncul,” tegasnya.

Bupati berharap workshop yang dilaksanakan dapat menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus menyatukan langkah seluruh pihak dalam mencegah dan menangani Karhutla, khususnya di kawasan perkebunan kelapa sawit.

Ia juga mengajak perusahaan perkebunan, petani, kelompok masyarakat, pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komunikasi serta koordinasi agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan terarah.

“Apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama, koordinasi yang baik, dan tindakan yang nyata, kita dapat menekan risiko Karhutla sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Melawi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD APKASINDO Kabupaten Melawi, Sopian Hadi, menyampaikan komitmen kepengurusan yang baru untuk memperjuangkan kepentingan petani serta menjadi wadah dalam menyampaikan berbagai aspirasi petani kelapa sawit kepada pemerintah dan pihak terkait.

Sopian juga mengajak para petani sawit untuk terlibat aktif dalam pencegahan Karhutla. Menurutnya, langkah pencegahan sejak dini merupakan bagian penting dalam melindungi lahan perkebunan sekaligus menjaga lingkungan di sekitar areal perkebunan.

Sementara itu, Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Barat, Indra Rustandi, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dari keluarga petani sawit. Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah program beasiswa pendidikan bagi anak-anak petani kelapa sawit.

Indra menyebutkan, sekitar 40 penerima beasiswa dari Kabupaten Melawi telah mendapatkan dukungan pendidikan melalui program tersebut. Selain pendidikan, ia juga menyinggung persoalan pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) yang masih menjadi tantangan bagi sebagian petani akibat adanya pembatasan kuota penerimaan di sejumlah pabrik.

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi petani membutuhkan komunikasi dan sinergi antara organisasi petani, pemerintah, perusahaan perkebunan serta pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu, Mambang Gusmadi, Ketua Panitia Pelaksana melaporkan bahwa kegiatan pelantikan dan workshop tersebut diikuti sebanyak 150 peserta yang terdiri dari unsur pengurus dan panitia, dewan pembina, dewan penasihat, dewan pakar, narasumber, Forkopimda, BUMN/BUMD/perusahaan, pengurus koperasi serta undangan lainnya.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk pengukuhan dan pelantikan kepengurusan, memperkuat kelembagaan dan solidaritas organisasi, serta meningkatkan pemahaman mengenai risiko Karhutla di perkebunan, mulai dari deteksi dini, kewaspadaan dan kesiapsiagaan hingga penanganan awal,” ujar Ketua Panitia dalam laporannya.

Panitia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan didukung anggaran sebesar Rp35 juta yang bersumber dari swadaya dan dukungan organisasi serta panitia pelaksana, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan para pemangku kepentingan lainnya yang tidak mengikat.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari DPP APKASINDO, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, PT Prasetya Dwidaya, BPBD Kabupaten Melawi, serta PT. Prasetya Dwidarma.

Melalui pelantikan dan workshop tersebut, kepengurusan DPD APKASINDO Kabupaten Melawi periode 2025–2030 diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, memperjuangkan kepentingan petani, sekaligus membangun kemitraan yang konstruktif dengan pemerintah, perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan sektor perkebunan.

Menutup sambutannya, Bupati Melawi mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD APKASINDO Kabupaten Melawi periode 2025–2030 yang telah dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi petani kelapa sawit serta masyarakat Kabupaten Melawi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Melawi secara resmi membuka Workshop Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Perkebunan Kelapa Sawit. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250

You cannot copy content of this page