Wartamelawi.com – Upaya pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan tenggelam di Sungai Melawi, Dusun Mungguk Benteng, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, terus dilakukan hingga hari kedua, Minggu (27/09/2026).
Pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Melawi, Basarnas Sintang, Koramil Nanga Pinoh, Polsek Nanga Pinoh, pemerintah desa serta warga setempat. Tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai sekaligus penyelaman pada sejumlah titik yang dinilai memungkinkan menjadi lokasi korban.
Korban diketahui Reiold Lumbantoruan (12), seorang pelajar yang berdomisili di Kecamatan Nanga Pinoh. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (26/09/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, saat korban bersama orang tua dan sejumlah anggota keluarganya berada di Sungai Melawi untuk mandi.
Berdasarkan keterangan saksi, korban awalnya mandi dan bermain bersama pamannya di sekitar tepian sungai. Saat bergerak menuju bagian tengah sungai, korban diduga terbawa arus hingga akhirnya tenggelam.
Paman korban sempat berupaya melakukan pertolongan dengan mengejar korban. Namun, upaya tersebut belum berhasil karena korban diduga telah terbawa arus dan tenggelam. Keluarga kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar.
Mendapat laporan tersebut, BPBD Kabupaten Melawi dan personel Polsek Nanga Pinoh mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan para saksi. Selanjutnya, koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Desa Sungai Pinang untuk mendukung proses pencarian.
Memasuki hari kedua, tim gabungan memperluas pencarian dengan menyisir aliran Sungai Melawi serta melakukan penyelaman di sejumlah titik. Namun, proses pencarian menghadapi kendala berupa kedalaman sungai dan arus yang cukup deras.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Mauludin, mengatakan bahwa pencarian terus dilakukan bersama seluruh unsur yang terlibat.
“Hari ini pencarian sudah memasuki hari kedua. Tim bersama Basarnas Sintang, Koramil Nanga Pinoh, Polsek Nanga Pinoh dan warga setempat terus melakukan penyisiran sungai serta penyelaman di beberapa titik,” ujar Rahmad.
Menurutnya, kondisi sungai menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian, terutama karena kedalaman dan arus yang cukup deras.
“Kendalanya kondisi sungai cukup dalam dan arus juga deras. Namun, pencarian tetap kami lakukan secara maksimal dengan menyisir aliran sungai dan melakukan penyelaman di titik-titik yang memungkinkan,” jelasnya.
Rahmad menambahkan, hingga Minggu sore, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan bersama masyarakat akan terus melakukan pencarian dengan memperhatikan kondisi dan keselamatan personel di lapangan.
“Sampai saat ini korban belum ditemukan. Kami bersama seluruh unsur yang terlibat masih terus berupaya melakukan pencarian dan berharap korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Proses pencarian terhadap korban masih berlangsung. Tim gabungan juga terus melakukan koordinasi untuk menentukan titik-titik pencarian berikutnya di sepanjang aliran Sungai Melawi. (Bgs).
















