Wartamelawi.com – Ketua Koperasi Jasa Bukit Menuah (KJBM), Desa Popai, Kecamatan Ella Hilir, Madel Mandela, S.Sos., menyampaikan kekecewaannya terhadap pengelolaan perkebunan kelapa sawit PT. Satria Manunggal Sejahtera (SMS) di Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi. Sorotan tersebut berkaitan dengan pemeliharaan kebun yang dinilai kurang maksimal serta kesiapsiagaan perusahaan dalam mengantisipasi kebakaran lahan saat musim kemarau.

Madel menilai, kondisi kebun yang tidak dibersihkan secara rutin menyebabkan semak belukar tumbuh terlalu lebat. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika memasuki musim kemarau.
“Kami sangat kecewa dengan pengelolaan kebun yang tidak dibersihkan dengan baik. Semak belukar sudah terlalu lebat sehingga kondisi kebun menjadi sangat rawan terbakar ketika musim kemarau. Seharusnya pemeliharaan dan pembersihan lahan dilakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan,” ungkap Madel. Rabu (4/11/2026). Saat di wawancara wartawan media ini via WhatsApp.
Selain persoalan pemeliharaan kebun, Madel juga menyoroti kesiapsiagaan PT. SMS dalam menghadapi ancaman kebakaran. Ia berkaca pada kejadian kebakaran sebelumnya, ketika peralatan pemadam kebakaran baru didatangkan setelah banyak lahan terlanjur hangus terbakar, termasuk lahan perkebunan plasma.
Menurutnya, langkah antisipasi seharusnya sudah dipersiapkan sebelum musim kemarau tiba, baik dari sisi ketersediaan peralatan pemadaman, kesiapan personel, maupun sarana pendukung lainnya.
“Kalau melihat penanganan kebakaran kemarin, peralatan pemadam justru datang setelah banyak lahan terbakar. Seharusnya begitu memasuki musim kemarau, perusahaan sudah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini. Peralatan harus tersedia dan personel harus siap siaga, bukan menunggu lahan terbakar baru dilakukan penanganan,” tegasnya.
Madel juga mengungkapkan bahwa fasilitas menara pengawas yang seharusnya menjadi salah satu sarana pemantauan dan deteksi dini kebakaran dinilai sudah tidak layak digunakan. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran terhadap kesiapan perusahaan dalam menghadapi ancaman kebakaran di kawasan perkebunan PT. SMS.
Ia menegaskan, kebakaran yang terjadi pada lahan plasma harus menjadi tanggung jawab pihak kebun inti, terutama dalam upaya memperbaiki dan memulihkan lahan yang terdampak.
“Untuk lahan plasma yang terbakar, kami meminta pihak kebun inti bertanggung jawab melakukan perbaikan dan pemulihan. Ada indikasi kelalaian dalam kesiapan menghadapi kebakaran, karena peralatan pemadam baru datang setelah banyak lahan yang hangus terbakar. Ini harus menjadi evaluasi serius pihak perusahaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Madel mengungkapkan bahwa selama ini pengelolaan kebun plasma belum pernah dikoordinasikan secara baik dengan pengurus Koperasi Jasa Bukit Menuah. Padahal, menurutnya, koperasi merupakan wadah yang menaungi kepentingan anggota dan memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak serta kepentingan masyarakat peserta plasma.
“Kami sebagai pengurus koperasi selama ini belum pernah mendapatkan koordinasi terkait pengelolaan kebun plasma. Seharusnya ada komunikasi dan koordinasi yang baik antara perusahaan dengan pengurus koperasi, sehingga setiap persoalan di lapangan bisa diketahui dan diselesaikan bersama,” tambahnya.
Madel berharap manajemen PT. SMS segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan perkebunan di Kecamatan Ella Hilir. Evaluasi tersebut meliputi pemeliharaan dan pembersihan lahan, pembenahan menara pengawas, penyediaan peralatan pemadam kebakaran, hingga kesiapan personel dalam menghadapi musim kemarau.
Ia juga meminta perusahaan memberikan kejelasan tanggung jawab terhadap lahan plasma yang terdampak kebakaran serta membangun koordinasi yang lebih baik dengan pengurus koperasi.
Menurutnya, pencegahan kebakaran harus menjadi prioritas perusahaan. Jangan sampai lemahnya persiapan, pengawasan, dan pemeliharaan kebun justru mengakibatkan kerugian lebih besar bagi perkebunan plasma maupun masyarakat yang menjadi peserta kemitraan.
Sementara itu, Redaksi Wartamelawi.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PT SMS terkait berbagai persoalan yang disampaikan Ketua Koperasi Jasa Bukit Menuah mengenai pengelolaan kebun plasma di Kecamatan Ella Hilir.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT SMS belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang telah dilakukan redaksi.
Wartamelawi.com tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan serta berkomitmen menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu, redaksi membuka ruang seluas-luasnya kepada manajemen PT SMS untuk menyampaikan hak jawab, hak koreksi, maupun klarifikasi atas informasi yang diberitakan.
Setiap tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak perusahaan akan menjadi bagian penting dalam melengkapi informasi kepada publik, sehingga persoalan pengelolaan kebun plasma dan penanganan lahan terdampak kebakaran dapat diketahui secara utuh dari berbagai pihak. (Bgs).
















