Wartamelawi.com – Kontingen Taekwondo Kabupaten Melawi menuntaskan perjuangannya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat 2026 dengan membawa pulang tiga medali, terdiri dari dua perak dan satu perunggu.
Meski berhasil menyumbangkan medali bagi Kabupaten Melawi, capaian tersebut belum sepenuhnya memenuhi harapan. Pasalnya, prestasi Taekwondo Melawi mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Porprov 2022, ketika cabang olahraga ini berhasil meraih predikat juara umum II.
Manajer Tim Taekwondo Kabupaten Melawi, Suhendra, mengatakan hasil yang diperoleh para atlet tetap patut diapresiasi. Menurutnya, seluruh atlet dan pelatih telah berjuang maksimal untuk membawa nama baik Kabupaten Melawi di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Kami dari jajaran Pengurus Cabang Taekwondo Melawi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet serta pelatih yang telah berjuang membawa nama baik Kabupaten Melawi pada Porprov kali ini. Apa pun hasilnya, perjuangan mereka patut kita hargai,” ujar Suhendra. Sabtu (7/11/2026).
Ia menjelaskan, pada hari terakhir pertandingan, Tim Taekwondo Melawi tidak berhasil menambah perolehan medali. Hasil tersebut menjadi penutup yang kurang sempurna setelah pada hari-hari sebelumnya para atlet berhasil menyumbangkan medali.
Berdasarkan evaluasi tim, salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan adalah kurangnya fokus dan konsentrasi atlet saat menghadapi lawan. Bahkan, beberapa atlet sempat unggul dalam perolehan poin, tetapi lawan mampu memanfaatkan kelengahan hingga membalikkan keadaan.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Ada atlet yang sebenarnya sudah unggul poin, tetapi karena kurang fokus dan konsentrasi, lawan mampu memanfaatkan kesempatan dan membalikkan keadaan. Ke depan, hal seperti ini harus menjadi perhatian agar atlet lebih siap secara teknik maupun mental saat bertanding,” jelasnya.
Adapun tiga medali yang berhasil diraih Taekwondo Melawi terdiri dari dua medali perak dan satu medali perunggu.
Medali perak pertama diraih Nayla Revalina Putri pada kategori Poomsae Tunggal Putri. Medali perak kedua disumbangkan Fayyadh Rifqi Fahrudin pada kategori Kyurugi Under 58 kilogram putra.
Sementara itu, medali perunggu diraih pasangan Nayla Revalina Putri dan Al Adya Arizta Crizelly pada kategori Poomsae Mix Pair.
Dalam Porprov XIV Kalbar 2026, kontingen Taekwondo Melawi diperkuat delapan atlet, terdiri dari lima atlet putra dan tiga atlet putri, dengan didampingi seorang pelatih, manajer, serta asisten manajer.
Selain hasil pertandingan, tim juga menghadapi sejumlah kendala. Atlet Zulfa Wafa Widad pada kategori Kyurugi Under 49 kilogram putri dinyatakan belum memenuhi verifikasi persyaratan batas usia berdasarkan Technical Handbook (THB) cabang olahraga Taekwondo oleh Panitia Bidang Data KONI Provinsi Kalimantan Barat.
Sementara itu, atlet Yessica Janti Anggraini yang turun pada kategori Kyurugi Over 73 kilogram putri mengalami cedera saat pertandingan babak pertama, tepatnya pada menit ke-1 detik ke-35 ketika melakukan tendangan ke arah lawan.
Suhendra mengakui, penurunan prestasi dibandingkan Porprov 2022 harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, diperlukan evaluasi menyeluruh serta dukungan berbagai pihak agar Taekwondo Melawi dapat kembali bersaing dan menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang medali bagi daerah.
“Kami berharap seluruh sumber daya dan potensi yang ada di Kabupaten Melawi dapat bersama-sama mendukung pembinaan Taekwondo. Diperlukan komitmen dan kerja sama semua pihak agar prestasi Taekwondo Melawi bisa kembali meningkat seperti yang pernah diraih pada Porprov sebelumnya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Kalimantan Barat terhadap pembinaan atlet di kabupaten/kota, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pelatih yang kompeten.
Menurutnya, keterbatasan pelatih menjadi salah satu kendala yang dihadapi daerah dalam membina dan mengembangkan kemampuan atlet-atlet muda secara berkelanjutan.
“Perhatian dari Pengurus Provinsi Taekwondo Kalimantan Barat sangat kami harapkan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengirimkan tenaga pelatih yang kompeten untuk membantu pembinaan atlet di kabupaten/kota. Sebab, salah satu kendala di daerah adalah masih terbatasnya tenaga pelatih untuk membina atlet-atlet muda,” tegas Suhendra.
Ia berharap hasil Porprov XIV Kalbar 2026 menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat sistem pembinaan, meningkatkan kualitas pelatih, serta mempersiapkan atlet secara lebih matang menghadapi kompetisi berikutnya.
Dengan demikian, Taekwondo Melawi diharapkan mampu bangkit, meningkatkan prestasi, dan kembali mengharumkan nama Kabupaten Melawi di tingkat provinsi maupun kompetisi yang lebih tinggi. (Bgs).
















