Wartamelawi.com, MEMPAWAH – Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., mendampingi Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pelabuhan Kijing, Desa Sungai Kunyit Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Selasa (15/9/2026).
Kedatangan Menteri Pertahanan bersama rombongan tersebut berkaitan dengan dukungan kemanusiaan Pemerintah Jepang dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kedatangan kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki yang membawa tiga unit helikopter CH-47 Chinook. Armada udara tersebut dipersiapkan untuk memperkuat operasi pemadaman Karhutla melalui metode water bombing.
Kehadiran JS Kunisaki merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Jepang dalam kerangka Defence Cooperation Arrangement (DCA) Indonesia–Jepang, khususnya kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan diplomasi pertahanan kedua negara sekaligus menghadirkan manfaat nyata dalam penanganan bencana dan kondisi darurat kemanusiaan.
Tiga helikopter CH-47 Chinook yang dibawa JS Kunisaki selanjutnya akan menjalani sejumlah tahapan persiapan sebelum digunakan dalam operasi pemadaman Karhutla. Kesiapan teknis, aspek keselamatan penerbangan, serta kelayakan operasional akan dipastikan melalui proses persiapan dan flight test.
Penggunaan helikopter nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan situasi Karhutla di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, dukungan dari Pemerintah Jepang akan diintegrasikan dengan keseluruhan operasi penanganan Karhutla yang dilaksanakan Pemerintah Indonesia.
Pengawasan operasional helikopter berada di bawah koordinasi TNI, termasuk aspek keamanan dan flight clearance. Selain itu, Safety Officer TNI akan ditempatkan pada setiap helikopter untuk memastikan aspek keselamatan selama pelaksanaan misi.
Sementara itu, misi penerbangan akan dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar pengerahan kekuatan udara dapat disesuaikan dengan kebutuhan penanganan Karhutla di berbagai wilayah.
Dukungan tersebut bersifat memperkuat kemampuan nasional yang telah dikerahkan, bukan menggantikannya. Kehadiran tiga CH-47 Chinook diharapkan dapat menambah kapasitas pemadaman dari udara, terutama untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi pemadaman dari darat.
Kerja sama Indonesia dan Jepang dalam penanganan Karhutla juga menjadi gambaran bahwa diplomasi pertahanan dapat diwujudkan dalam bentuk aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, kedua negara menunjukkan komitmen untuk memperkuat kemampuan penanggulangan bencana sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan. (Bgs)
Sumber : Penrem121/Abw
















