BeritaBerita MelawiEkonomiWarta Melawi

Sekda Melawi Pantau Harga Kebutuhan Pokok, Cabai Tembus Rp180 Ribu per Kilogram

22
×

Sekda Melawi Pantau Harga Kebutuhan Pokok, Cabai Tembus Rp180 Ribu per Kilogram

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Melawi turun langsung memantau perkembangan harga dan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Markasan Nanga Pinoh, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan monitoring tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Melawi dalam memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi harga bahan pangan di pasaran. Selain memantau perubahan harga, kegiatan ini juga bertujuan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dari hasil pemantauan di lapangan, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami perubahan harga. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup mencolok adalah cabai, terutama beberapa jenis cabai yang saat ini harganya berada di atas harga normal.

Sekda Melawi, Drs. Paulus, menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Berdasarkan hasil monitoring pagi ini, memang terdapat beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada beberapa jenis cabai,” ujar Paulus.

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga cabai adalah menurunnya produksi dari petani lokal selama musim kemarau. Kondisi cuaca tersebut berdampak terhadap hasil panen sehingga pasokan cabai dari dalam daerah menjadi sangat terbatas.

Terbatasnya produksi lokal kemudian membuat kebutuhan cabai di pasar tradisional Kabupaten Melawi lebih banyak mengandalkan pasokan dari luar daerah. Bahkan, sebagian komoditas cabai yang beredar didatangkan langsung dari Pulau Jawa.

“Cabai yang tersedia di pasar tradisional dan kami monitor hampir seluruhnya berasal dari luar daerah, bahkan dikirim langsung dari Jawa. Akibatnya, harga mengalami lonjakan cukup tinggi, berkisar antara Rp130 ribu hingga Rp180 ribu, bergantung pada jenis cabainya,” jelasnya.

Paulus menyampaikan bahwa persoalan harga cabai tidak dapat diselesaikan hanya dengan intervensi jangka pendek. Menurutnya, penguatan produksi lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Melawi akan mendorong perangkat daerah teknis, khususnya Dinas Pertanian, untuk mengambil langkah yang dapat mendukung peningkatan produksi cabai di tingkat petani. Upaya tersebut antara lain melalui dukungan penyediaan bibit serta peningkatan pendampingan dan penyuluhan kepada petani.

“Kami mendorong peningkatan produksi dalam daerah melalui berbagai upaya dari dinas teknis terkait. Dinas Pertanian diharapkan dapat membantu petani lokal, baik melalui penyediaan bibit maupun penyuluhan yang lebih gencar,” katanya.

Pemerintah daerah berharap peningkatan produksi pertanian lokal dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan pada periode mendatang.

Selain itu, keberadaan TPID diharapkan terus berperan dalam melakukan pemantauan perkembangan harga di lapangan sehingga pemerintah dapat memperoleh informasi secara cepat dan menentukan langkah yang diperlukan dalam menjaga stabilitas harga serta pengendalian inflasi daerah.

Pada kesempatan tersebut, Drs. Paulus turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TPID Kabupaten Melawi yang secara konsisten melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah titik pasar.

“Terima kasih kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang selama ini begitu konsisten melakukan monitoring dan membantu Pemerintah Kabupaten Melawi dalam upaya pengendalian inflasi,” pungkasnya. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250

You cannot copy content of this page