Wartamelawi.com, Pontianak – Pertandingan cabang olahraga (cabor) Taekwondo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat Tahun 2026 resmi dimulai. Ratusan taekwondoin dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat berkumpul di GOR IAIN Pontianak untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan bersaing memperebutkan medali.
Pertandingan yang digelar Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kalimantan Barat tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 November 2026. Para atlet datang dengan membawa semangat juang dan persiapan matang untuk mengharumkan nama daerah masing-masing.
Sejak pertandingan berlangsung, atmosfer persaingan di arena mulai terasa. Para taekwondoin dituntut memperlihatkan kemampuan teknik, kecepatan, ketepatan serangan, ketahanan fisik hingga strategi dalam menghadapi lawan. Setiap laga menjadi pembuktian atas hasil latihan dan proses pembinaan yang telah dijalani sebelum tampil di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Kabid Pertandingan dan Perwasitan Porprov XIV Kalbar, Dedet Gunawan, menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan pertandingan cabang olahraga harus berjalan sesuai ketentuan serta hasil kesepakatan dalam Chief de Mission (CDM) Meeting.
Ia mengingatkan seluruh atlet, pelatih, ofisial dan perangkat pertandingan agar menjadikan sportivitas sebagai prinsip utama selama kompetisi berlangsung.
“Seluruh atlet dan tim diharapkan menjunjung tinggi sportivitas. Bertandinglah dengan kemampuan terbaik, hormati keputusan wasit dan juri, serta jadikan Porprov ini sebagai ajang untuk menunjukkan prestasi secara terhormat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dian Kelana, mengatakan pertandingan Taekwondo menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Porprov XIV Kalbar 2026. Partisipasi atlet dari 14 kabupaten/kota menunjukkan tingginya antusiasme daerah dalam mengembangkan olahraga bela diri tersebut.
Ia berharap seluruh pertandingan dapat berjalan lancar, tertib dan tetap mengedepankan semangat persaudaraan antaratlet.
“Porprov bukan sekadar arena untuk mengejar medali, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan evaluasi terhadap perkembangan atlet di setiap kabupaten/kota. Melalui kompetisi ini, kemampuan atlet dapat diukur secara lebih objektif sehingga menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan Taekwondo di daerah,” katanya.
Ketua Pengprov TI Kalbar, Ritaudin, turut menyampaikan harapan besar terhadap penyelenggaraan pertandingan Taekwondo pada Porprov kali ini.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi momentum penting untuk mengukur perkembangan pembinaan Taekwondo di Kalimantan Barat sekaligus menjaring atlet-atlet potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi kejuaraan pada tingkat lebih tinggi.
“Selain menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet, Porprov juga diharapkan memperkuat soliditas organisasi Taekwondo di Kalbar, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota,” paparnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, setiap daerah memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitas pembinaan dan kemampuan atlet terbaiknya. Lebih dari sekadar perebutan medali, Porprov juga menjadi wadah menambah pengalaman bertanding, membangun mental kompetisi serta melahirkan generasi taekwondoin yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
GOR IAIN Pontianak pun menjadi saksi perjuangan para atlet yang membawa nama daerah masing-masing. Setiap tendangan, tangkisan dan strategi di atas matras menjadi bagian dari perjalanan menuju prestasi olahraga Kalimantan Barat.
Pertandingan Taekwondo Porprov XIV Kalbar 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menjadi fondasi penguatan pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi. (*/Bgs).














