BeritaBerita MelawiParlemenWarta Melawi

DPRD Melawi Dorong Percepatan Jaringan Listrik ke Desa Oyah, PLN dan PT BPK Siap Survei Lapangan

114
×

DPRD Melawi Dorong Percepatan Jaringan Listrik ke Desa Oyah, PLN dan PT BPK Siap Survei Lapangan

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – DPRD Kabupaten Melawi terus mendorong percepatan pembangunan dan penambahan jaringan listrik menuju Desa Oyah, Kecamatan Menukung. Upaya tersebut dibahas dalam rapat kerja DPRD Melawi bersama pihak terkait, termasuk PLN dan PT BPK, Senin (21/9/2026).

Pertemuan tersebut digelar untuk mencari solusi terhadap sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam rencana pembangunan jaringan listrik menuju wilayah Desa Oyah. Salah satu persoalan yang dibahas berkaitan dengan jalur pemasangan tiang listrik yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan.

Kondisi tersebut membuat proses pembangunan jaringan membutuhkan akses untuk melakukan pemangkasan pelepah sawit pada jalur yang akan dilalui jaringan listrik.

Ketua DPRD Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa, S.IP., turut melakukan komunikasi dengan pimpinan PT BPK guna mendorong terbukanya akses bagi pembangunan jaringan listrik menuju Desa Oyah, khususnya pada wilayah yang bersinggungan dengan area perkebunan perusahaan.

Dalam komunikasi tersebut, pimpinan PT BPK menyatakan kesiapan untuk membantu apabila dalam pelaksanaan pembangunan jaringan listrik terdapat kendala di lapangan. Dukungan tersebut termasuk kemungkinan bantuan anggaran sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

“Yang kita dorong adalah bagaimana persoalan di lapangan ini dapat segera dicarikan solusi. Masyarakat Desa Oyah sudah lama menunggu adanya akses listrik, sehingga kita berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar pembangunan jaringan ini bisa segera direalisasikan,” ujar Hendegi.

Sebagai tindak lanjut dari hasil mediasi, pihak PLN bersama PT BPK dijadwalkan melakukan survei lapangan pada 28 September 2026. Jadwal tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pimpinan pusat PT BPK.

Survei tersebut akan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jalur yang akan menjadi lokasi pembangunan jaringan listrik, sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan kendala teknis yang mungkin muncul di lapangan.

“Hasil survei nanti akan menjadi bahan untuk menentukan langkah selanjutnya. Kita ingin persoalan yang ada benar-benar dilihat di lapangan sehingga solusi yang diambil sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelas Hendegi.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Melawi, M. Doliya Syaiful Ramdani, S.H., turut meminta dukungan PT BPK dalam upaya mewujudkan masuknya jaringan listrik ke Desa Oyah.

Menurut Doliya, masyarakat Desa Oyah telah cukup lama menantikan akses listrik. Karena itu, ia berharap persoalan teknis yang menjadi kendala pembangunan dapat segera diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama antara pemerintah, PLN, perusahaan, serta DPRD.

“Harapan kita PT BPK bisa membantu dan memberikan dukungan terhadap rencana masuknya jaringan listrik ke Desa Oyah. Masyarakat sudah lama menunggu, sehingga kita tentu mempertanyakan sampai kapan mereka harus menunggu apabila pembangunan jaringan ini masih terkendala dalam proses pemasangan,” kata Doliya.

Doliya menilai akses listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, serta kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah pedesaan.

Ketua DPRD Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa, menambahkan bahwa pembangunan jaringan listrik menuju Desa Oyah merupakan bagian dari proyek pemerintah pusat yang telah lama diperjuangkan.

“Ini merupakan bagian dari proyek pemerintah pusat. Kita tentu berharap proyek ini bisa direalisasikan. Jangan sampai karena adanya kendala di lapangan, masyarakat Desa Oyah kembali harus menunggu lebih lama,” tegas Hendegi.

Ia mengungkapkan, rencana penambahan jaringan listrik menuju Desa Oyah tersebut telah diajukan sejak lebih dari delapan tahun lalu. Karena itu, DPRD Melawi meminta agar seluruh pihak dapat mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan kendala yang ada.

“Saya khawatir kalau ini tidak segera direalisasikan, Desa Oyah kembali mendapatkan penundaan terhadap proyek penambahan jaringan listrik yang sudah diajukan lebih dari delapan tahun lalu. Kita tidak ingin masyarakat terus menunggu tanpa kepastian,” pungkasnya.

Dengan adanya rencana survei bersama PLN dan PT BPK pada 28 September mendatang, DPRD Melawi berharap proses pembangunan jaringan listrik menuju Desa Oyah dapat segera memasuki tahapan berikutnya dan memberikan kepastian bagi masyarakat yang selama ini menantikan akses listrik. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250

You cannot copy content of this page