DesaWarta Melawi

Tolak Pengalihan Jalur, Tiga Kades di Pinoh Utara Kompak Minta Jalan Sirtu Segera Direalisasikan

383
×

Tolak Pengalihan Jalur, Tiga Kades di Pinoh Utara Kompak Minta Jalan Sirtu Segera Direalisasikan

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Semangat gotong royong masyarakat di tiga desa, yakni Desa Kompas Raya, Desa Tekelak, dan Desa Melawi Kiri Hilir, patut diacungi jempol. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, warga secara swadaya melakukan penggalangan dana untuk penimbunan darurat jalan akses dari Ram Sawit menuju Dusun Sungai Raya Desa Kompas Raya, Tekelak hingga ke Melawi Kiri Hilir.

​Kepala Desa Kompas Raya Syahrani. S.A.P , dalam keterangannya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif mulia tersebut. ​”Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh masyarakat. Ini adalah hal yang sangat mulia. Kekompakan warga dari tiga desa ini menunjukkan betapa krusialnya jalur ini bagi kehidupan kami,” ujarnya. Jumat (23/1/2026).

Dikatakannya, ​Bukan tanpa alasan warga nekat berswadaya. Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer ini merupakan urat nadi kesehatan dan pendidikan. Selama ini, buruknya infrastruktur memaksa warga bertaruh nyawa saat kondisi darurat medis.

​”Selama ini kami membawa orang sakit dengan cara dipikul, naik perahu, lalu naik tambang. Itu sangat berisiko. Jika jalan ini bagus, ambulans bisa langsung masuk dan akses ke rumah sakit jadi lebih cepat. Ini soal keselamatan nyawa warga kami,” tegas Kades Kompas Raya.

​Tak hanya urusan kesehatan, jalur ini juga menjadi akses utama bagi anak-anak sekolah dan mobilitas ekonomi menuju ibu kota kecamatan.

Jalur ini dipastikan akan menjadi wajah Kecamatan Pinoh Utara pada tahun 2026 mendatang, mengingat Desa Kompas Raya dan Desa Tekelak terpilih menjadi tuan rumah pelaksana MTQ Tingkat Kecamatan Pinoh Utara.

​Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak desa telah melakukan audiensi langsung dengan Ketua DPRD Melawi. Dalam pertemuan tersebut, tiga kepala desa (Kompas Raya, Tekelak, dan Melawi Kiri Hilir) menuntut pengerasan jalan (minimal Sirtu) agar akses menuju ketiga desa sangat mudah dilalui.

​”Kami memegang janji Pak Ketua DPRD. Beliau berkomitmen bahwa jalan dari Ram Sawit inilah yang akan digunakan untuk akses utama masyarakat dan kegiatan MTQ nanti. Kami tidak setuju jika dialihkan ke jalur lain karena jaraknya sangat jauh tidak akan ada warga yang akan melewati jalan itu dan memakan waktu lama,” tambahnya.

​Pemerintah Desa Kompas Raya berharap efisiensi anggaran daerah tidak menjadi penghalang bagi pembangunan jalan yang bersifat darurat ini. Warga meminta setidaknya dilakukan pengerasan atau Sirtu agar mobilitas tidak lumpuh total saat musim penghujan.

​”Masyarakat sudah bergerak dengan uang pribadinya. Sekarang kami memohon kepada Bapak Bupati Melawi dan Ketua DPRD untuk merealisasikan apa yang telah dibicarakan. Kami ingin suksesnya MTQ 2026 nanti dibarengi dengan suksesnya pembangunan jalan kami,” pungkasnya. (Dk/Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250