Wartamelawi.com – Puluhan penjamah makanan dari 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Melawi mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji yang digelar Dinas Kesehatan Melawi, Sabtu (7/2/26), di Gedung Sukiman Center Nanga Pinoh.
Pelatihan tersebut diperuntukkan bagi penjamah makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di bawah naungan Yayasan Bahagia Santosa Raya Melawi. Para peserta merupakan pengelola dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi.

Sebanyak 10 SPPG terlibat dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, di antaranya Dapur Yanulsa Pinoh Selatan, Dapur Batu Buil 002 Belimbing, Dapur Indah Jaya Abadi Menukung, Dapur Al Zahra Pinoh Utara, Dapur Tiong Keranjik Belimbing Hulu, Dapur Bhtree Sehat Sokan, Dapur Bhtree Sehat Sayan, Dapur Ruang Rasa Tanah Pinoh, Dapur Hilir Kota Abadi Tanah Pinoh, serta Dapur Bukit Raya Tanah Pinoh Barat.
Pelatihan gelombang pertama dilaksanakan di Gedung Sukiman Center dan diikuti oleh penjamah makanan dari lima SPPG, yakni SPPG Belimbing Batu Buil 002, SPPG Menukung Nanga Ella Hulu, SPPG Yanulsa, SPPG Hilir Kota Abadi, serta SPPG Bukit Raya. Sementara gelombang kedua dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/2/26) di Kecamatan Tanah Pinoh dengan peserta dari SPPG Batu Begigi, SPPG Hilir Kota Abadi, SPPG Bthree Sehat Sokan, SPPG Bthree Sehat Sayan, dan SPPG Bukit Raya.
Kepala Dinkes Melawi, Arif Santoso, SKM., MKM, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memastikan seluruh penjamah makanan dan penyelenggara jasa boga memenuhi standar higiene dan sanitasi pangan. Hal tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga.
“Setiap penjamah makanan wajib memiliki sertifikat kursus higiene sanitasi, berbadan sehat, serta tidak menderita penyakit menular. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan memfasilitasi pelatihan ini agar standar tersebut dapat dipenuhi secara menyeluruh,” ujar Arif.
Ia menambahkan, Dinkes Melawi menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman agar materi yang disampaikan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga mampu diterapkan dalam praktik sehari-hari di dapur Program MBG.
“Keamanan pangan adalah faktor krusial dalam keberhasilan Program MBG karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan penerima manfaat, khususnya anak-anak,” tegasnya.
Sementara, Ketua Yayasan Bahagia Santosa Raya Melawi, Ilf Usfayadi, ST.,M.Sos, menyampaikan apresiasi kepada Dinkes Melawi atas penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia yang mengelola dapur SPPG.
“Kami menyambut baik pelatihan ini karena keamanan dan kualitas makanan merupakan tanggung jawab besar. Melalui kegiatan ini, penjamah makanan diharapkan semakin disiplin, profesional, dan memahami standar keamanan pangan,” kata Ilf.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola SPPG dapat terus diperkuat guna mendukung keberhasilan Program MBG di Kabupaten Melawi. “Tujuan akhirnya adalah memastikan makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan berkualitas bagi seluruh penerima manfaat,” pungkasnya.
Dalam pelatihan tersebut, sejumlah materi disampaikan oleh para pemateri berkompeten, di antaranya pembersihan dan sanitasi peralatan serta higiene perorangan oleh Bayu Hendra Rusdianto, ST; tahapan proses produksi pangan siap saji oleh Nurhadi Tompo, SKM; kebijakan keamanan pangan, cemaran pangan, dan penyakit bawaan pangan oleh Fikri Muttaqin, S.Far., Apt, serta pemeliharaan lingkungan kerja dan pengendalian vektor serta binatang pembawa penyakit oleh Maksimus Iwan, S.ST. (Bgs).













