BeritaBerita MelawiDaerahPemerintahWarta Melawi

Bupati Melawi Dorong Pelajar Cerdas Finansial, Biasakan Menabung Sejak Dini

15
×

Bupati Melawi Dorong Pelajar Cerdas Finansial, Biasakan Menabung Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Menanamkan kebiasaan menabung dan membangun pemahaman tentang pengelolaan keuangan sejak usia dini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Hal ini menjadi perhatian Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, yang mengajak para pelajar dan pemuda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan Edukasi dan Inklusi Keuangan melalui kampanye bertajuk “Ayo Menabung: Cerdas Finansial Sejak Dini, Tumbuh Berkah, Masa Depan Cerah” yang digelar Pemerintah Kabupaten Melawi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari SMP Muhammadiyah, SMP Insan Kamil, santri Pondok Pesantren Bustanul Qur’an, serta pemuda LDII Kabupaten Melawi. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun pola pikir finansial yang sehat, termasuk kemampuan mengatur uang dan mengambil keputusan keuangan secara tepat.

Dalam sambutannya, Bupati Dadi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada OJK Provinsi Kalimantan Barat, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan edukasi keuangan tersebut.

Ia menilai, kecakapan dalam mengelola keuangan merupakan salah satu bekal penting untuk membentuk masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Menurutnya, pemahaman finansial bukan sekadar mengetahui fungsi uang atau mengenal berbagai produk perbankan, melainkan juga mencakup kemampuan menyusun perencanaan keuangan, mengendalikan pengeluaran, menyisihkan pendapatan, serta memahami risiko sebelum menggunakan layanan keuangan.

Karena itu, Bupati menilai pendidikan finansial perlu diperkenalkan sejak bangku sekolah agar generasi muda memiliki kebiasaan positif dalam mengelola uang sejak awal.

“Edukasi keuangan perlu diberikan sejak dini. Para pelajar dan generasi muda harus dibiasakan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang saku untuk ditabung, menetapkan tujuan keuangan, serta menggunakan layanan keuangan secara bijaksana. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan di masa depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu lembaga. Diperlukan keterlibatan bersama antara pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Bupati juga berharap kegiatan serupa tidak sekadar menjadi agenda edukasi sesaat, tetapi mampu melahirkan kebiasaan nyata di tengah generasi muda. Budaya menabung dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan diharapkan dapat terus diterapkan serta disebarluaskan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat, Rofi Filantrofi Permana, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital telah mengubah pola masyarakat dalam mengakses dan menggunakan layanan keuangan. Berbagai transaksi kini dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.

Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai, terutama kecenderungan perilaku konsumtif serta maraknya penawaran produk dan layanan keuangan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Menurutnya, kemampuan memahami dan mengelola keuangan atau financial literacy menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu mempertimbangkan manfaat, risiko, dan konsekuensi sebelum mengambil keputusan keuangan.

Dalam kegiatan itu, Rofi juga menitipkan tiga pesan utama kepada para peserta. Pertama, membangun kebiasaan menabung dengan menetapkan tujuan keuangan. Kedua, membiasakan diri menjadi pribadi yang bijak dan tidak konsumtif dalam menggunakan uang. Ketiga, memanfaatkan berbagai produk serta layanan keuangan sesuai kebutuhan dan secara bertanggung jawab.

Ia menambahkan, OJK akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui berbagai program yang menyasar seluruh kelompok masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan warga yang berada di wilayah pedesaan.

Melalui kegiatan ini, generasi muda Kabupaten Melawi diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga mampu menerapkan prinsip pengelolaan keuangan yang sehat serta lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan keuangan.

Dengan membangun kebiasaan finansial yang positif sejak dini, para pelajar dan pemuda diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, bijak dalam mengambil keputusan, serta memiliki kesiapan lebih baik dalam merencanakan masa depan. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250