BeritaPemerintahWarta Melawi

BNPB Hadir di Melawi, Pemerintah Daerah Tegaskan Negara Tidak Boleh Absen di Tengah Bencana

67
×

BNPB Hadir di Melawi, Pemerintah Daerah Tegaskan Negara Tidak Boleh Absen di Tengah Bencana

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Pemerintah Kabupaten Melawi menerima kunjungan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka memastikan kondisi dan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Pertemuan berlangsung di Posko Satgas Penanganan Bencana dan dihadiri unsur pemerintah daerah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran tim BNPB di Melawi. Ia mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi fiskal yang berdampak pada pemotongan anggaran daerah sangat menyulitkan pemerintah kabupaten dalam menangani bencana secara optimal.

“Dengan keterbatasan fiskal daerah saat ini, penanganan bencana menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat sangat kami harapkan,” ujar Sekda.

Ketua tim BNPB, Widodo, yang hadir bersama Yogi, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di Melawi merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kepala BNPB. Sebelumnya, tim BNPB bertugas di Kabupaten Sambas dalam penanganan bencana banjir rob dan mendapat instruksi untuk langsung menuju Melawi setelah menerima laporan dari Kepala Pelaksana BPBD Melawi.

“Laporan menyebutkan bahwa Melawi juga mengalami bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Kehadiran kami di sini untuk memastikan kondisi di lapangan serta melihat langsung apa saja yang bisa dibantu oleh BNPB,” jelas Widodo. Sabtu (10/01/25).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Melawi, Daniel, memaparkan bahwa sejak penghujung tahun lalu Kabupaten Melawi telah mengalami rangkaian bencana di berbagai wilayah. Tercatat dua kejadian kebakaran di dua lokasi, banjir yang melanda lima kecamatan dengan dampak lebih dari 1.156 kepala keluarga atau 5.114 jiwa terdampak, serta tanah longsor di lima titik yang memutus akses jalan dan mengisolasi satu desa di Kecamatan Ella.

Selain kerugian material, bencana juga menelan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia, masing-masing atas nama Syaparden, warga Semadin yang ditemukan meninggal di Sungai Melawi, serta Abdur Kadir, warga Batu Ampar yang ditemukan setelah air banjir surut.

Bupati Melawi dalam penegasannya menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak bencana adalah sebuah keharusan. Pemerintah daerah, melalui BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa, diminta untuk turun langsung dan bersama masyarakat bergotong royong memulihkan kondisi pascabencana.

“Negara harus hadir. Kita harus berada di tengah masyarakat, bekerja bersama, saling bahu membahu agar situasi segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal,” tegas Bupati.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim BPBD dan BNPB juga melakukan pemantauan langsung ke lokasi banjir di wilayah Batu Ampar dan sekitarnya untuk melihat kondisi terkini serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

Pemerintah Kabupaten Melawi mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, khususnya di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Masyarakat diminta segera melaporkan kejadian bencana kepada aparat desa atau BPBD setempat, serta menghindari aktivitas di wilayah rawan banjir dan longsor demi keselamatan bersama. (*/Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250