Berita MelawiBPBD MelawiKarhutlaPemerintahPolres MelawiTNI PolriWarta Melawi

Bupati Melawi Tegaskan Pencegahan Karhutla, 169 Desa Diminta Bergerak

127
×

Bupati Melawi Tegaskan Pencegahan Karhutla, 169 Desa Diminta Bergerak

Sebarkan artikel ini

Wartamealwi.com – Pemerintah Kabupaten Melawi terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pemerintah desa, aparat keamanan, perusahaan hingga masyarakat diminta meningkatkan upaya pencegahan dan tidak menunggu kebakaran terjadi atau meluas.

Hal tersebut disampaikan Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa saat memimpin Apel Siaga Tanggap Darurat Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Melawi, Selasa (18/8/2026).

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan BPBD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur yang berada di wilayah Kabupaten Melawi.

“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Bupati.

Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas. Setiap potensi kebakaran perlu dikenali dan diantisipasi sejak awal sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

“Jauh lebih baik kita mencegah satu titik api daripada harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas,” ujarnya.

Bupati juga meminta koordinasi antarinstansi diperkuat. Informasi mengenai kondisi wilayah, potensi titik api maupun aktivitas yang berisiko menimbulkan kebakaran harus dapat disampaikan secara cepat dari tingkat desa hingga kabupaten.

Pemerintah desa dinilai memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat dan wilayah yang berpotensi mengalami Karhutla. Karena itu, sebanyak 169 desa di Kabupaten Melawi diminta mengambil langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.

Bupati mendorong setiap desa untuk mengaktifkan Masyarakat Peduli Api (MPA), mengenali wilayah yang rawan kebakaran, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat serta membangun mekanisme pelaporan yang cepat apabila ditemukan indikasi munculnya titik api.

Para camat juga diminta menjalankan fungsi koordinasi secara maksimal dengan menghubungkan pemerintah desa, masyarakat, TNI-Polri, perusahaan dan unsur terkait lainnya. Dengan koordinasi yang baik, potensi kebakaran diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih luas.

Selain pemerintah dan masyarakat, perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Melawi juga diminta mengambil peran dalam pencegahan Karhutla. Dukungan perusahaan diharapkan tidak hanya diberikan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi sejak tahap pencegahan melalui patroli, penyediaan peralatan, dukungan personel, pelatihan, komunikasi serta penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api.

Bupati menilai pola penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu. Pemerintah desa bersama masyarakat menjadi garda terdepan dalam pencegahan, perusahaan ikut memperkuat kemampuan di lapangan, sedangkan BPBD berperan mengoordinasikan sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh.

Ia juga mengingatkan bahwa perilaku manusia dalam membuka lahan masih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan harus terus dilakukan agar penggunaan api tidak berkembang menjadi kebakaran yang tidak terkendali.

Bupati mengajak seluruh elemen untuk menjadikan kesiapsiagaan Karhutla sebagai gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan. Semangat tersebut dirangkum dalam gerakan “169 Desa – 11 Kecamatan – Satu Gerakan, Melawi Siaga Karhutla.”

“Cegah – Siaga – Respon Cepat – Padamkan Sejak Dini,” tegasnya.

Bupati berharap seluruh pihak dapat menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dalam menjaga keselamatan masyarakat, melindungi lingkungan serta mencegah kerugian sosial dan ekonomi yang dapat ditimbulkan akibat Karhutla.

Apel siaga tersebut turut dihadiri Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., Wakapolres Melawi, perwakilan Kodim 1205 Sintang, kepala perangkat daerah terkait, Kepala KPH Melawi, para camat, unsur TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, BSPBK Nanga Pinoh, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api serta peserta apel lainnya. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250

You cannot copy content of this page