Wartamelawi.com – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Koramil 1205-01/Nanga Pinoh bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Melawi. Selasa (18/08/2026).
Pada Selasa, 18 Agustus 2026, mulai pukul 13.45 WIB hingga 16.00 WIB, tim gabungan melaksanakan pemantauan sekaligus penanganan terhadap sejumlah titik panas dan kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Nanga Pinoh.
Danramil 1205-01/Nanga Pinoh, Kapten Inf. H. Didik Heru Pamungkas, mengatakan terdapat tiga titik kebakaran yang berhasil terdeteksi dan dilakukan penanganan oleh tim gabungan.
“Hari ini kami bersama BPBD Kabupaten Melawi, KPH Kabupaten Melawi dan masyarakat melaksanakan penanggulangan Karhutla di wilayah Kecamatan Nanga Pinoh. Dari hasil pemantauan terdapat tiga titik kebakaran dengan kondisi api sedang, sekitar 50 sampai 60 persen,” ujar Kapten Inf. H. Didik Heru Pamungkas.
Menurutnya, titik kebakaran tersebut tersebar di wilayah Desa Tanjung Sari dan Desa Sidomulyo. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat dua titik koordinat yang berhasil terbaca, yakni 111.701553, 0368488 dan 111.703608, 0394259. Sementara satu titik lainnya tidak dapat terbaca secara maksimal akibat gangguan sinyal.
“Untuk koordinat, ada dua titik yang dapat kami identifikasi, sedangkan satu titik lainnya belum terbaca karena mengalami gangguan sinyal. Lokasi kebakaran berada di beberapa titik di Desa Tanjung Sari dan Desa Sidomulyo,” jelasnya.
Kapten Didik menambahkan, luas lahan yang terdampak pada masing-masing titik diperkirakan berkisar antara 1 hingga 1,2 hektare. Tim kemudian bergerak melakukan pemadaman agar api tidak meluas dan mengancam kawasan di sekitarnya.
Di Desa Tanjung Sari, tim gabungan melakukan pemadaman terhadap dua titik kebakaran. Luas area yang berhasil ditangani masing-masing diperkirakan sekitar 1 hingga 2,3 hektare.
Sementara di Desa Sidomulyo, terdapat satu titik kebakaran dengan luas area yang dipadamkan sekitar 1,5 hektare.
“Kami langsung melakukan pemadaman di lokasi agar api tidak meluas. Di Desa Tanjung Sari ada dua titik yang kami tangani, sedangkan satu titik lainnya berada di Desa Sidomulyo. Luasan yang berhasil dipadamkan bervariasi sesuai kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5 personel Koramil 1205-01/Nanga Pinoh, 2 personel BPBD Kabupaten Melawi, serta 10 personel KPH Kabupaten Melawi dikerahkan untuk melakukan penanganan. Selain itu, masyarakat setempat juga turut membantu proses pemadaman dan penanggulangan kebakaran.
Danramil mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan Karhutla. Menurutnya, sinergi antara TNI, BPBD, KPH dan masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan.
“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Kami sangat mengapresiasi sinergi BPBD, KPH dan masyarakat yang bersama-sama turun ke lapangan. Peran masyarakat juga sangat penting dalam mencegah api kembali muncul maupun meluas ke wilayah lainnya,” tegas Kapten Didik.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada aparat atau pihak terkait sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pungkasnya.
Penanganan secara cepat dan kolaboratif tersebut diharapkan dapat mencegah meluasnya Karhutla serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah Kabupaten Melawi. (Bgs).
















