BeritaDaerahKalbarWarta Melawi

Ciwanadri Melawi Tolak Dana Hibah 2026, Pilih Perkuat Internal dan Jaga Independensi

158
×

Ciwanadri Melawi Tolak Dana Hibah 2026, Pilih Perkuat Internal dan Jaga Independensi

Sebarkan artikel ini
Poto : Dea Kusumah Wardhana, Ketua Umum Ciwanadri Kabupaten Melawi

Wartamelawi.com – Organisasi Kelompok Pecinta Alam (KPA) Ciwanadri Kabupaten Melawi secara tegas menyatakan tidak menerima bantuan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Melawi untuk Tahun Anggaran 2026.

Sikap tersebut disampaikan melalui keterangan resmi yang dirilis pada Minggu (12/4/2026), menyusul beredarnya informasi terkait penyaluran dana hibah kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan di wilayah Kabupaten Melawi.

Dalam pernyataan resminya, Ciwanadri yang telah berdiri sejak 10 November 1986 menegaskan bahwa keputusan ini diambil melalui pertimbangan matang dan bukan keputusan yang bersifat spontan.

“Dengan penuh rasa hormat, Ciwanadri Kabupaten Melawi menyatakan tidak menerima bantuan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Melawi pada Tahun Anggaran 2026,” demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Pihak organisasi menjelaskan, saat ini Ciwanadri masih berada pada tahap pembenahan internal, termasuk penyusunan ulang program kerja, khususnya di bidang lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kondisi tersebut, mereka menilai belum memerlukan dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

Ketua Umum Ciwanadri Kabupaten Melawi, Dea Kusumah Wardhana, tetap menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang berencana memberikan bantuan.

“Kami mengapresiasi perhatian dan itikad baik Pemerintah Kabupaten Melawi. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi internal organisasi, kami memutuskan untuk tidak menerima bantuan tersebut,” ujarnya.

Selain pertimbangan internal, Ciwanadri juga melihat kondisi keuangan daerah yang tengah menjalankan efisiensi anggaran. Mereka menilai dana tersebut akan lebih bermanfaat jika dialokasikan pada sektor yang lebih prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Keputusan ini juga diambil untuk menghindari potensi persepsi negatif di tengah masyarakat, sekaligus menjaga komitmen organisasi terhadap prinsip independensi, transparansi, dan integritas.

Meskipun demikian, Ciwanadri menegaskan tetap membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah ke depan. Bentuk kolaborasi yang diharapkan lebih menitikberatkan pada program sosial dan edukasi lingkungan berbasis kemitraan, bukan ketergantungan pada dukungan anggaran.

“Ke depan, kami tetap terbuka untuk bersinergi dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Langkah yang diambil Ciwanadri ini menjadi perhatian di tengah dinamika penyaluran dana hibah kepada organisasi kemasyarakatan di Melawi, sekaligus mencerminkan komitmen organisasi dalam memperkuat fondasi internal sebelum menerima dukungan pendanaan dari pemerintah. (*/Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250