BeritaWarta Melawi

Cuaca Ekstrem Ancam Melawi, BPBD Minta Warga Tetap Waspada

378
×

Cuaca Ekstrem Ancam Melawi, BPBD Minta Warga Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
Poto : Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, SP., M.M.

Wartamelawi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya curah hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Melawi dan berpotensi menimbulkan banjir bandang serta tanah longsor.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, SP., M.M., mengatakan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan yang diterima dari berbagai pihak, kondisi cuaca saat ini cukup mengkhawatirkan. Hujan turun secara merata dan intensitasnya cukup tinggi, sehingga memicu meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.

“Wilayah Kabupaten Melawi saat ini diguyur hujan secara merata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor, terutama di daerah-daerah yang memang rawan bencana,” ujar Dr. Daniel. Jumat (09/01/2026) saat dikomfirmasi Wartawan Wartamelawi.com.

Ia menjelaskan, hujan lebat telah mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Belimbing, dan Ella Hilir. Kejadian tersebut dilaporkan berasal dari hasil pemantauan BPBD serta laporan dari kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

Di Kecamatan Tanah Pinoh, banjir merendam Desa Bata Luar, Desa Maris Permai, Desa Bina Jaya, dan Desa Pelita Kenaya. Dampaknya, ratusan warga terdampak dengan total ratusan kepala keluarga dan jiwa. Sementara itu, di Kecamatan Tanah Pinoh Barat, banjir meluas ke sejumlah desa seperti Keluas Hulu, Harapan Jaya, Laja, Lintah Taum, Ulak Muid, Pelita Jaya, dan Bukit Raya, dengan sebaran dampak hampir di seluruh dusun yang berada di wilayah dataran rendah dan sekitar aliran sungai.

Di Kecamatan Belimbing, banjir terjadi di Desa Balai Agas, khususnya di Dusun Lintah dan Dusun Balai Agas, serta Desa Upit. Sedangkan di Kecamatan Ella Hilir, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Bemban Permai yang mengakibatkan terganggunya akses jalan desa.

Dr. Daniel menjelaskan, bencana tersebut dipicu oleh hujan lebat yang terjadi sejak pukul 00.21 WIB hingga sekitar pukul 08.10 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa sungai di wilayah terdampak tidak mampu menampung debit air sehingga meluap dan memicu banjir bandang, serta mengakibatkan pergerakan tanah di daerah rawan longsor.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Melawi telah melakukan langkah antisipasi dengan meminta laporan resmi dari camat dan kepala desa untuk melakukan pendataan wilayah serta warga yang terdampak.

“Kami sudah meminta laporan kepada kepala desa dan camat untuk mendata wilayah-wilayah yang terdampak. Beberapa laporan sudah masuk dan segera kami rekap untuk dilaporkan kepada pimpinan, termasuk BPBD Provinsi dan BNPB pusat,” jelasnya.

Terkait kesiapan, Dr. Daniel menegaskan bahwa personel BPBD dalam kondisi siap siaga, meskipun masih terdapat keterbatasan pada peralatan dan logistik. Saat ini, sistem peringatan dini masih bersifat imbauan yang disampaikan melalui seluruh jenjang pemerintahan, mulai dari kabupaten, kecamatan, desa hingga dusun.

“Ke depan, kami merencanakan agar setiap desa memiliki personel yang dapat melaporkan potensi bencana secara real time kepada BPBD, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan negara benar-benar hadir di tengah masyarakat,” katanya.

BPBD Kabupaten Melawi juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan debit air sungai, serta mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat yang lebih aman.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk memastikan anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas berada dalam jangkauan pertolongan. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Tetap tenang, tidak panik, namun tetap siaga dan saling menjaga satu sama lain,” tegas Dr. Daniel.

BPBD mencatat kondisi air di beberapa kecamatan terdampak masih bertahan dan tidak mengalami kenaikan signifikan. Di Desa Bemban Permai, Kecamatan Ella Hilir, warga bersama perangkat desa melakukan gotong royong untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor.

Meski demikian, BPBD Melawi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan stok logistik yang dapat segera didistribusikan serta tidak tersedianya alat berat milik BPBD untuk membuka akses jalan akibat tanah longsor. Kebutuhan mendesak saat ini adalah pembukaan akses jalan menggunakan alat berat di Desa Bemban Permai.

Pemerintah Kabupaten Melawi terus melakukan koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana serta memberikan peringatan dini bagi wilayah-wilayah rawan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau melihat potensi bahaya diimbau segera melapor kepada pemerintah desa setempat atau menghubungi posko BPBD Kabupaten Melawi melalui Call Center BPBD di nomor 0822 1340 1951 atau TRC-PB di nomor 0853 4833 2996.

“Salam kemanusiaan, salam tangguh. Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap melakukan langkah penanganan jika kondisi berkembang,” pungkas Dr. Daniel. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250