
Wartamelawi.com – Kabupaten Melawi kembali dihadapkan pada serangkaian bencana alam yang terjadi sejak penghujung tahun lalu hingga awal tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi mencatat berbagai kejadian bencana yang berdampak luas terhadap masyarakat, mulai dari kebakaran, banjir, hingga tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel. SP.,M.M, menjelaskan bahwa intensitas curah hujan yang tinggi serta faktor alam lainnya menjadi pemicu terjadinya bencana di sejumlah wilayah.
“Sejak akhir tahun lalu, Kabupaten Melawi mengalami rangkaian bencana di berbagai wilayah. Tercatat dua kejadian kebakaran di dua lokasi yang berbeda, kemudian banjir yang melanda lima kecamatan, serta tanah longsor di beberapa titik,” ujar Daniel. Minggu (11/01/25).
Ia merinci, bencana banjir yang terjadi telah berdampak signifikan terhadap masyarakat. Berdasarkan data BPBD, banjir tersebut mengakibatkan lebih dari 1.156 kepala keluarga atau sekitar 5.114 jiwa terdampak
“Banjir yang melanda lima kecamatan ini menyebabkan ribuan warga terdampak, dengan kerusakan rumah dan terganggunya aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Selain banjir, BPBD juga mencatat kejadian tanah longsor di lima titik berbeda. Longsor tersebut berdampak pada terputusnya akses jalan utama dan mengisolasi satu desa di Kecamatan Ella.
“Tanah longsor terjadi di lima titik dan salah satunya mengakibatkan akses jalan terputus total, sehingga satu desa di Kecamatan Ella sempat terisolasi,” kata Daniel.
Lebih lanjut, Daniel menyampaikan bahwa bencana yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menelan korban jiwa. BPBD Melawi mencatat dua warga meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
“Korban jiwa tercatat dua orang, yakni Syaparden, warga Desa Semadin, yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Melawi, serta Abdur Kadir, warga Batu Ampar, yang ditemukan setelah air banjir surut,” ungkapnya.
Daniel menegaskan bahwa BPBD bersama unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat, pendataan, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan instansi terkait lainnya untuk penanganan bencana serta memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak,” pungkasnya.
BPBD Melawi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Melawi. (Bgs).










