Wartamelawi.com – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Melawi memicu terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan, Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres Melawi AKBP Haris Batara Simbolon mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan beberapa sungai meluap, sementara kondisi tanah di wilayah perbukitan menjadi labil dan rawan longsor.
Sehubungan dengan situasi tersebut, Kapolres Melawi AKBP Haris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr. Opsla mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai, dataran rendah, serta kawasan perbukitan.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada, memantau kondisi lingkungan sekitar, dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi situasi darurat,” ujar Kapolres. Kamis (8/1/25) lalu.
Berdasarkan Prospek Cuaca Harian BMKG kondisi cuaca di Kabupaten Melawi secara umum diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Meski demikian, potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah seperti Nanga Pinoh, Ella Hilir, Pinoh Selatan, Belimbing, Belimbing Hulu, Tanah Pinoh, dan Tanah Pinoh Barat, terutama pada pagi dan malam hari.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, S.P., M.M., menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari pihak kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat, terdapat sejumlah desa yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Di Kecamatan Tanah Pinoh, desa terdampak banjir meliputi Desa Bata Luar, Desa Maris Permai, Desa Bina Jaya, dan Desa Pelita Kenaya. Sedangkan di Kecamatan Tanah Pinoh Barat, banjir melanda Desa Keluas Hulu, Desa Harapan Jaya, Desa Laja, Desa Lintah Taum, Desa Ulak Muid, Desa Pelita Jaya, dan Desa Bukit Raya.
Untuk Kecamatan Belimbing, desa terdampak antara lain Desa Balai Agas dan Desa Upit. Sementara di Kecamatan Ella Hilir, tepatnya di Desa Bemban Permai, terjadi tanah longsor yang mengakibatkan akses jalan desa tertutup material longsoran.
“Hujan lebat menyebabkan beberapa sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluap, serta memicu terjadinya tanah longsor di wilayah tertentu,” jelas Daniel.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi air di beberapa kecamatan pada sore hari dilaporkan telah berangsur surut. Hingga saat ini, aparat gabungan dari Polres Melawi, BPBD, dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan di lokasi terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat.
Sumber : Humas Polrers Melawi










