BeritaPeristiwaWarta Melawi

Pria 56 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Keluas, Berangkat ke Ladang Tak Pernah Kembali

166
×

Pria 56 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Keluas, Berangkat ke Ladang Tak Pernah Kembali

Sebarkan artikel ini
Gambar Illustrasi Tenggelam

Wartamelawi.com – Seorang pria bernama Palah (56), warga Dusun Beringin, Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Sungai Keluas pada Minggu pagi (15/3).

Dilansir dari pontianakpost.jawapos.com. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Melawi, Rahmat Mauludin, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 07.30 WIB ketika korban berangkat seorang diri menuju ladangnya dengan membawa keranjang serta parang.

Sekitar pukul 08.00 WIB, seorang warga bernama Sudiono melihat keranjang dan parang yang diduga milik korban berada di tepi Sungai Keluas. Namun hingga siang hari sekitar pukul 14.00 WIB, korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Merasa khawatir, istri korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Ulak Muid sekitar pukul 15.00 WIB. Mendapat laporan tersebut, perangkat desa bersama warga setempat segera melakukan pencarian di sekitar lokasi.

“Pencarian dilakukan hingga malam hari, namun korban belum berhasil ditemukan,” ujar Rahmat.

Selanjutnya, tim juga melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polsek Tanah Pinoh, pihak kecamatan, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk membantu proses pencarian dan pertolongan (SAR).

Korban akhirnya ditemukan pada Minggu (15/3) sekitar pukul 09.50 WIB oleh warga di Sungai Keluas, dengan jarak sekitar lima meter dari titik yang diduga sebagai lokasi korban jatuh ke sungai. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Rahmat menambahkan, jarak lokasi kejadian yang cukup jauh dari pusat ibu kota Kabupaten Melawi menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan di lapangan.

Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh warga bersama aparat setempat dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama jika dilakukan seorang diri,” pungkasnya. (Wan/Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250