Wartamelawi.com – Menyikapi dan menindak lanjuti informasi yang di sampaikan masyarakat, Satuan Lalu Lintas Polres Melawi di pimpin langsung Kasat Lantas merespon cepat dengan melakukan penindakan aksi balapan liar di 4 lokasi berbeda, Sabtu (14/3/26).
Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla melalui Kasat Lantas AKP Pipit Supriatna, S.H mengatakan langkah yang dilakukan wujud respon cepat dan pencegahan fatalitas kecelakaan.
“4 lokasi yang kami mapping dan lakukan penindakan yaitu di depan Kantor Bupati, belakang dinas Pendidikan dan di jalan menuju kantor DPRD Melawi serta di belakang kantor Bupati, sebanyak 28 unit kendaraan yang sedang dan diduga akan melakukan aksi balapan liar kami amankan ke Satpas Lantas,” terang AKP Pipit.
Kendaraan roda dua yang diamankan mayoritas menggunakan knalpot tidak sesuai dengan spesifikasi, dalam pelaksanaanya melibatkan 12 personel Satlantas.
“Dari pengendara yang terjaring adalah remaja dan anak sekolah antara SMP dan SMA, tentu kita miris bagaimana peran orang tua yang dengan bangga mengijinkan untuk mengendarai kendaraan hanya untuk melakukan aksi berbahaya ini,” ujar Kasat Lantas.
Terhadap pengendara kami tindak tegas dengan tilang, edukasi, pemanggilan terhadap orang tua, membuat Surat Pernyataan tidak mengulangi yang turut di saksikan dan ditanda tangani orang tua, langkah yang dilakukan guna memastikan orang tua memiliki peran penting.
“Terhadap semua kendaraan dari lokasi aksi kami minta agar mendorong kendaraannya masing masing hingga ke Satpas Lantas untuk dilakukan pendataan, pengurungan dan akan di keluarkan dengan syarat dapat menunjukan identitas diri dan kendaraan pada hari kamis tanggal 19 maret 2026 mendatang serta mengganti dengan knalpot sesuai spesifikasi baru akan kami keluarkan,” tegas AKP Pipit.
Kembali Lagi Peran Orang Tua
Sekian banyak kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi yang telah diamankan petugas lalu lintas di Pos Lantas Nanga Pinoh hendaknya dapat membuka hati dan kepedulian orang tua terhadap keselamatan putra putri nya di luar sana saat diijinkan mengendarai kendaraan bermotor.
Tentu orang tua harus mengetahui resiko yang akan terjadi apa lagi tidak mengetahui aktifitas apa yang dilakukan saat dengan gagahnya berkendaraan dengan aksi membahayakan diri sendiri dan orang lain, kami menginggatkan bahwa beberapa kasus akibat kecelakaan dapat memiskinkan terutama untuk biaya pergantian dan pengobatan terhadap korban baik diri pengendara mau pun korban lain.
Knalpot Tidak Sesuai Dengan Spesifikasi (Brong) dan Dampak Yang di Timbulkan
Disini lagi lagi peran orang tua harus semakin di pertebal, bayangkan dengan suara yang memekakkan telinga akibat suara yang ditimbulkan dan kekesalan warga yang dapat berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Secara hati nurani dan normalnya manusia yang dapat berfikir bahwa di sepanjang Jalan Juang, Jalan Propinsi dan Jalan Kota Baru berbaris indah masjid, gereja, rumah sakit yang tentu saja membutuhkan ketenangan terutama saat ini di bulan Ramadhan 1447 H semua ini “Peran Orang Tua” di pertaruhkan menginggat tidak mungkin orang tua tidak mengetahui bahwa kendaraan yang di gunakan putra putrinya menggunakan knalpot brong dan pasti di bawa pulang.
Kembali dengan tindakan tegas yang dilakukan bahwa Polri tidak akan memberikan toleransi dan ruang kepada “Sang Tuli Hati” karena dapat dipastikan pengendara yang menggunakan knalpot brong kurang memiliki kepedulian dan empati kepada orang lain.
Terima kasih kepada warga masyarakat Kabupaten Melawi yang telah sangat peduli akan keselamatan dan menjaga toleransi tinggi di bulan Ramadhan ini dengan memberikan informasi kepada kami atas adanya aksi balapan liar yang meresahkan, kami memastikan akan menindak lanjuti dengan harapan tidak ada lagi Kota Juang Bumi Uranium ini di cemari oleh suara suara dari “Sang Tuli Hati”.
Salah satu remaja pengendara sepeda motor yang terjaring aksi mengatakan mengetahui resiko yang di timbulkan atas aksinya bahkan sering dilempari batu dan di teriaki oleh warga saat melintas di pemukiman dan di jalan karena menggeber (memainkan gas kendaraan) saat berkendara, ia menambahkan mendapatkan knalpot brong dengan cara membeli online dan beberapa temannya mengatakan pernah membeli langsung di bengkel dan saat pembelian orang tua mengetahuinya, lebih miris ia mengatakan bahwa tidak dapat merasakan dampak serta sensasi suara dari knalpot brong sepeda motor yang di gunakan apa bila tidak di geber dengan gas tinggi dan di mainkan maka tidak bisa merasakan dampaknya suara yang dikehendakinya, MIRIS BUKAN!!!.
Sumber : Humas Polres Melawi.













