BeritaBerita MelawiDaerahPemerintahWarta Melawi

Wabup Malin Buka Publikasi Stunting 2026, Prevalensi Stunting Melawi Menurun

41
×

Wabup Malin Buka Publikasi Stunting 2026, Prevalensi Stunting Melawi Menurun

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H., secara resmi membuka kegiatan Publikasi Stunting Kabupaten Melawi Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Melawi dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, mengevaluasi capaian program, serta mendorong percepatan penurunan angka stunting melalui pemanfaatan data yang akurat dan terukur.

Dalam sambutannya, Malin menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta para pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Melawi.

Menurutnya, publikasi data stunting bukan sekadar kegiatan penyampaian angka statistik, melainkan bagian penting dari proses evaluasi untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang lebih efektif.

“Publikasi data stunting ini sangat penting bagi kita untuk melihat perkembangan kondisi yang sebenarnya, mengevaluasi program yang telah dilaksanakan, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi. Dengan data yang jelas, kita dapat menentukan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran,” ujar Malin.

Berdasarkan data SIGIZI KESGA yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, prevalensi stunting di Kabupaten Melawi tercatat sebesar 21,72 persen pada 2025, kemudian menurun menjadi 21,22 persen pada 2026.

Penurunan sebesar 0,5 poin persentase tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif. Meski demikian, angka prevalensi yang masih berada di atas target 17,5 persen menjadi pekerjaan bersama yang memerlukan perhatian serius dan langkah penanganan berkelanjutan.

Malin menegaskan, capaian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak agar pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Penurunan yang telah dicapai patut kita apresiasi, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada selisih antara kondisi saat ini dan target yang ingin kita capai. Karena itu, seluruh pihak harus terus memperkuat upaya pencegahan, meningkatkan kualitas intervensi, dan memastikan program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar hasil publikasi tidak berhenti pada penyusunan laporan administratif. Data yang tersedia harus dimanfaatkan sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan, menetapkan prioritas program, serta menentukan wilayah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Oleh sebab itu, keterlibatan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan dinilai sangat penting, terutama dalam menyelaraskan program sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Koordinasi yang baik diharapkan dapat mengurangi tumpang tindih kegiatan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan intervensi di lapangan.

“Data yang kita miliki harus menjadi dasar dalam mengambil keputusan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan pelaporan. Kita perlu memastikan bahwa setiap program memiliki sasaran yang jelas, dilaksanakan secara konsisten, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Malin.

Pemerintah Kabupaten Melawi berkomitmen untuk terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui dukungan kebijakan, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga keluarga sebagai lingkungan utama tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan Publikasi Stunting Kabupaten Melawi Tahun Anggaran 2026, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai perkembangan prevalensi stunting, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang perlu diperkuat untuk mencapai target penurunan stunting.

Dengan mengedepankan penggunaan data sebagai dasar perencanaan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Melawi berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan semakin optimal.

Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi Melawi yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu bersaing pada masa mendatang. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250

You cannot copy content of this page