Wartamelawi.com – Kalimantan Barat diprediksi akan menghadapi kemarau ekstrem sepanjang tahun 2026. Berdasarkan informasi terbaru dari BMKG dan BRIN pada Maret 2026, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan panjang yang diperkirakan berlangsung mulai April hingga Oktober 2026.
Fenomena ini dipicu oleh El Nino dengan intensitas kuat yang disebut-sebut sebagai “El Nino Godzilla”. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan secara drastis di wilayah Kalimantan Barat, sehingga meningkatkan risiko kekeringan ekstrem, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Diperkirakan, awal musim kemarau akan datang lebih cepat dari biasanya, yakni mulai April 2026. Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pada periode ini, dampak El Nino akan terasa paling signifikan dengan kondisi tanah yang semakin kering dan rentan terbakar.
Selain itu, kombinasi El Nino dan fenomena IOD (Indian Ocean Dipole) positif turut memperparah kondisi cuaca, sehingga curah hujan semakin berkurang. Hal ini membuat sejumlah wilayah di Kalimantan Barat masuk kategori risiko tinggi terhadap karhutla, kekeringan serius, dan krisis air.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan sejak dini. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan jika ditemukan titik api.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi, termasuk kesiapan sarana pemadaman kebakaran dan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Kewaspadaan dan kerja sama semua pihak menjadi kunci untuk meminimalisir dampak bencana yang mungkin terjadi.
Sumber : bmkg.go.id













