BeritaBerita MelawiBPBD MelawiKarhutlaWarta Melawi

Karhutla 1,5 Hektare di Kelakik Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan, BPBD Melawi Imbau Warga Waspada Musim Kemarau

88
×

Karhutla 1,5 Hektare di Kelakik Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan, BPBD Melawi Imbau Warga Waspada Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi bersama tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun Kelakik, Desa Kelakik, Kecamatan Nanga Pinoh, Minggu (26/7/2026) petang.

Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.28 WIB. Informasi pertama diterima BPBD Kabupaten Melawi dari Kepala Desa Kelakik pada pukul 18.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Melawi bersama unsur gabungan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, SP., M.M., melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Mauludin, mengatakan berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kebakaran terjadi di lahan milik warga yang sedang dibuka untuk dijadikan kebun.

“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kebakaran terjadi di lahan milik warga yang sedang dibuka untuk dijadikan kebun. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1,5 hektare dengan vegetasi berupa semak belukar. Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan sehingga tidak sempat meluas ke area lain,” ujar Rahmad.

Rahmad menjelaskan, dalam penanganan kebakaran tersebut BPBD Kabupaten Melawi melibatkan Tim TRC-PB bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Melawi, Satpol PP Kabupaten Melawi, Polsek Nanga Pinoh, Pemerintah Desa Kelakik, serta masyarakat setempat.

Meski api berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa, proses penanganan di lapangan tidak lepas dari berbagai kendala, terutama terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.

“Penanganan di lapangan menghadapi kendala berupa minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas, sehingga diperlukan dukungan sarana dan prasarana seperti mobil tangki air dan tambahan selang pemadam untuk mempercepat proses penanganan apabila terjadi kejadian serupa,” jelasnya.

Rahmad menambahkan, memasuki musim kemarau masyarakat diminta lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar tanpa memperhatikan faktor keselamatan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola lahan dan menghindari pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas. Jika memang harus melakukan pembakaran secara terbatas, hendaknya selalu diawasi, tidak ditinggalkan, serta terlebih dahulu berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, maupun Polsek setempat. Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas,” tegas Rahmad.

Selain mengimbau masyarakat, BPBD Kabupaten Melawi juga mendorong pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk terus meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, menyiapkan peralatan pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi awal, serta mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan api, baik saat membuka lahan, memasak di rumah, maupun menggunakan instalasi listrik yang sudah tidak layak.

Rahmad menegaskan, BPBD Kabupaten Melawi akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla selama musim kemarau.

“Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250