BeritaBerita MelawiBPBD MelawiKarhutlaWarta Melawi

Karhutla Melawi Kian Masif dan Meluas, 175 Hektare Lahan Terbakar di Tiga Desa, BPBD Harapkan Dukungan Satgas Udara

156
×

Karhutla Melawi Kian Masif dan Meluas, 175 Hektare Lahan Terbakar di Tiga Desa, BPBD Harapkan Dukungan Satgas Udara

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi semakin masif dan meluas. Hingga Rabu (5/8/2026), sedikitnya 175 hektare lahan di tiga desa dilaporkan terbakar. Kobaran api masih aktif di sejumlah titik dan terus meluas, bahkan mulai mengancam kawasan permukiman sehingga satu kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi pada Rabu (5/8/2026) pukul 11.20 WIB, kebakaran terjadi di Desa Nusa Kenyikap dan Desa Batu Ampar, Kecamatan Belimbing, serta Desa Tebing Karangan, Kecamatan Nanga Pinoh. Informasi tersebut diperoleh dari Kepala Desa Nusa Kenyikap, Kepala Desa Tebing Karangan, dan masyarakat setempat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Mauludin, mengatakan kebakaran menghanguskan kawasan perkebunan karet, perkebunan kelapa sawit, hutan, dan semak belukar. Kondisi cuaca yang kering disertai angin menyebabkan api dengan cepat merambat ke area yang lebih luas.

“Kondisi karhutla saat ini semakin masif dan terus meluas. Api masih aktif di sejumlah titik dan berpotensi merambat ke wilayah lain maupun kawasan permukiman. Tim gabungan terus melakukan pemadaman, pemantauan, serta penjagaan pada titik-titik yang dinilai rawan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Rahmad. Rabu (5/8/26).

Ia menjelaskan, kondisi paling parah terjadi di Desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing, dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai sekitar 120 hektare. Hingga kini, tim gabungan baru mampu memadamkan sekitar 2 hektare, sementara api masih terus bergerak dan berpotensi menjalar ke desa-desa di sekitarnya.

Sementara itu, di Desa Tebing Karangan, Kecamatan Nanga Pinoh, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan sekitar 50 hektare lahan. Dari luasan tersebut, sekitar 2 hektare berhasil dipadamkan, namun kobaran api masih bergerak mendekati kawasan permukiman warga.

Adapun di Desa Batu Ampar, Kecamatan Belimbing, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 3 hektare, namun api masih terus merambat menuju kawasan perkebunan masyarakat.

Akibat kebakaran yang terjadi di Desa Nusa Kenyikap, satu kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena rumahnya berada di kawasan yang terdampak dan dinilai berisiko terhadap keselamatan.

Rahmad mengatakan, BPBD Kabupaten Melawi bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Melawi, Polres Melawi, BSPBK Nanga Pinoh, Manggala Agni, pemerintah desa, serta masyarakat setempat terus melakukan upaya pemadaman, pemantauan, dan penjagaan agar api tidak memasuki kawasan permukiman.

Namun, proses penanganan di lapangan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang cukup jauh dari pusat Kabupaten Melawi, petugas juga terkendala minimnya sumber air serta medan yang sulit dilalui kendaraan operasional.

“Saat ini penanganan melalui jalur darat sudah tidak lagi efektif. Luas area yang terbakar terus bertambah, medan cukup berat, dan keterbatasan sumber air menjadi kendala utama. Kami berharap dukungan Satgas Udara dapat segera diterjunkan untuk melakukan operasi water bombing, sehingga upaya pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan mampu mencegah api meluas ke permukiman maupun desa-desa lainnya,” tegas Rahmad.

Selain melakukan penanganan darurat, BPBD Kabupaten Melawi juga meminta pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk terus meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, memperkuat patroli di wilayah rawan, serta menyiapkan peralatan pemadaman sebagai langkah antisipasi selama musim kemarau.

Rahmad turut mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca yang sangat kering membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada BPBD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, atau aparat kepolisian agar dapat segera dilakukan penanganan sebelum kebakaran semakin meluas,” pungkasnya.

BPBD Kabupaten Melawi memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna mempercepat penanganan karhutla. Dukungan seluruh elemen, termasuk pemerintah, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat, dinilai sangat penting untuk mengendalikan kebakaran yang terus meluas selama musim kemarau. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250