Wartamelawi.com – Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yusra menerima kunjungan Tim Sosialisasi Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) TNI di Convention Hall Kantor Bupati Melawi, Kamis (27/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam mencegah serta menanggulangi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Melawi.
Tim Sosialisasi Satgas Karhutla dipimpin Brigjen TNI Lukman Arif. Dalam rombongan turut hadir sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah TNI, di antaranya Kolonel CBA Sitangang, Kolonel Laut Sarjono (KH), Kolonel Laut Novaliansyah (KH), Kolonel Mar Zaenal, Kolonel Lek Andi Putra, Mayor Maskuri, Kolonel CZI Hari Darmika, Kolonel CBA Asep Sumdeno, Kolonel CBA Fajar Rahardjo, Kolonel CBA Rully, Kolonel CBA Anjas dan Kolonel INF Sulaiman.
Rombongan juga didampingi Danyon TP 534 Malang Mayor Inf Martinus, LO Kodim 1205/Sintang Kapten Inf H. Didik Heru Pamungkas serta Dansub Detasemen Polisi Militer XII/1-3 Melawi Letda CPM Ismail.
Kunjungan tersebut disambut Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yusra, S.Pd., Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi Drs. Paulus, Kepala Kesbangpol Kabupaten Melawi Drs. H. M. Yamin, Kepala Satpol PP Kabupaten Melawi Ir. John Welly, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi Arif Santoso, S.KM., M.KM., serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Melawi M. Syaiful Khair, S.Sos., M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Satgas Karhutla menyampaikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai langkah-langkah pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Pembahasan turut mencakup kondisi geografis Kabupaten Melawi, karakteristik masyarakat, adat istiadat, kearifan lokal serta perkembangan sosial ekonomi dan pembangunan daerah.
Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yusra menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai, penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun sistem pencegahan Karhutla yang lebih efektif.
“Kami menyambut baik kunjungan Tim Satgas Karhutla TNI ke Kabupaten Melawi. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Bupati Melawi.
Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran telah terjadi. Upaya preventif melalui edukasi, sosialisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat harus terus diperkuat.
“Pencegahan harus menjadi perhatian utama. Kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, masyarakat memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan wilayah dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Kita berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati menilai kondisi geografis, karakteristik masyarakat dan kearifan lokal perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan Karhutla di Kabupaten Melawi.
“Kita memiliki kondisi wilayah dan karakteristik masyarakat yang beragam. Karena itu, langkah pencegahan harus melihat kondisi di lapangan dan tetap memperhatikan kearifan lokal. Dengan koordinasi yang kuat serta keterlibatan semua pihak, kita berharap potensi Karhutla di Melawi dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Lukman Arif mengatakan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan harus memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Lukman Arif.
Ia menjelaskan, pemahaman terhadap kondisi geografis, adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menentukan langkah pencegahan yang tepat sasaran.
“Kondisi geografis, adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan. Dengan memahami kondisi wilayah dan kebiasaan masyarakat, langkah-langkah yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran,” katanya.
Brigjen TNI Lukman Arif juga menegaskan pentingnya melakukan pencegahan sejak dini dan secara berkelanjutan.
“Kita tidak ingin penanganan dilakukan setelah kebakaran meluas. Yang paling utama adalah bagaimana potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal. Edukasi, kesiapsiagaan dan koordinasi harus terus diperkuat,” tegasnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Tim Satgas untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi Kabupaten Melawi secara lebih komprehensif, khususnya berkaitan dengan kondisi geografis wilayah, karakteristik sosial masyarakat, adat istiadat, kearifan lokal serta perkembangan sosial ekonomi dan pembangunan daerah. (Bgs).
















