Berita MelawiBPBD MelawiKarhutlaPemerintahPolres MelawiWarta Melawi

Wabup Malin Hadiri Apel Pasukan dan Satpras Opspol Kontingensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”

22
×

Wabup Malin Hadiri Apel Pasukan dan Satpras Opspol Kontingensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Wakil Bupati Melawi, Malin, SH., menghadiri Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Satpras) Operasi Kepolisian Kontingensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” yang digelar Polres Melawi, Polda Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Melawi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Melawi.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K. dan diikuti unsur TNI, BPBD, Pemerintah Kabupaten Melawi, BMKG Nanga Pinoh, BS PBK Nanga Pinoh, Tagana, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Kehadiran Wakil Bupati Melawi bersama unsur lintas sektoral tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi dengan aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah sekaligus menangani karhutla secara cepat dan terpadu.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi ancaman karhutla. Personel diminta meningkatkan patroli di kawasan rawan, memperkuat deteksi dini titik api serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.

“Penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi, kesiapsiagaan personel, serta dukungan sarana prasarana yang memadai agar setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terpadu,” tegas AKBP Askhabul Kahfi.

Kapolres juga menegaskan bahwa upaya pencegahan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum. Pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pelaksanaan Operasi Kepolisian Kontingensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran di Kabupaten Melawi. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, BMKG, Tagana dan unsur lainnya menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengecekan kesiapan personel dari masing-masing unsur yang terlibat. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan karhutla, mulai dari kendaraan operasional, peralatan pemadaman, mesin pompa air hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

Sementara itu, Malin menegaskan bahwa ancaman karhutla tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Menurutnya, diperlukan kerja sama yang solid, kesiapan personel, serta dukungan peralatan yang memadai agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani.

“Karhutla merupakan ancaman yang harus kita hadapi secara bersama-sama. Pemerintah daerah siap bersinergi dengan Polri, TNI, BPBD dan seluruh unsur terkait untuk melakukan pencegahan maupun penanganan di lapangan,” tegas Malin.

Menurut Malin, kesiapan personel dan sarana prasarana harus dipastikan sejak dini, terlebih kondisi cuaca kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, upaya pencegahan tidak boleh hanya dilakukan setelah api muncul, tetapi harus dibangun melalui patroli, pemantauan dan deteksi dini secara berkelanjutan.

“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Deteksi dini, patroli dan kesiapsiagaan peralatan harus diperkuat sehingga apabila muncul titik api bisa segera ditangani sebelum meluas,” ujarnya.

Selain memperkuat kesiapsiagaan aparat dan pemerintah, Malin juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam upaya pencegahan karhutla. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kalau menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” kata Malin.

Ia menambahkan, keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada kecepatan informasi dan respons di lapangan. Karena itu, setiap unsur diminta menjalankan tugas sesuai kewenangannya serta membangun komunikasi yang efektif ketika ditemukan potensi maupun kejadian kebakaran.

Malin berharap koordinasi yang telah terbangun tidak hanya dilakukan saat terjadi karhutla, tetapi juga diperkuat dalam kegiatan pencegahan, pemantauan dan edukasi kepada masyarakat di wilayah yang rawan kebakaran.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran. Kalau semua pihak bergerak dan memiliki kepedulian yang sama, risiko karhutla dapat kita tekan dan masyarakat bisa terlindungi,” pungkas Malin.

Dengan digelarnya apel pasukan dan pengecekan sarana prasarana tersebut, seluruh unsur terkait diharapkan semakin siap menghadapi potensi karhutla. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk kesiapan bersama untuk melindungi masyarakat, menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250