Wartamelawi.com – Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H., turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA), Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Melawi dalam memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Malin didampingi sejumlah pejabat teknis, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi, M. Syaiful Khair, Kepala BPBD Melawi Daniel, Kepala Satpol PP John Welly, serta pemerintah desa setempat. Rombongan meninjau sejumlah titik yang terdampak dan melihat kondisi terkini di kawasan perkebunan.
Selain mengecek langsung lahan yang terbakar, Wakil Bupati juga meminta penjelasan dari pihak perusahaan mengenai langkah yang telah dilakukan untuk mengantisipasi maupun mengendalikan kebakaran. Hal tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang semakin kering dapat memperbesar potensi penyebaran api.
Saat berada di lokasi, Malin masih mendapati kepulan asap dan sejumlah titik api yang belum sepenuhnya padam. Pihak PT RKA sebelumnya menyampaikan bahwa luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 600 hektare. Namun, angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena terdapat perbedaan dengan hasil pemantauan berbasis citra satelit.
Malin mengungkapkan, hasil delineasi dan overlay data hotspot dengan citra satelit Sentinel-2 hingga 23 Agustus 2026 menunjukkan adanya indikasi area terbakar di Desa Nanga Kayan dengan luasan sekitar 1.794 hektare. Menurutnya, perbedaan angka antara laporan perusahaan dan hasil pemantauan pemerintah perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan keraguan mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia meminta pihak perusahaan menyampaikan data kebakaran secara transparan dan sesuai dengan kondisi faktual. Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan serta evaluasi terhadap kejadian karhutla.
“Jangan menyembunyikan data asli kebakaran. Laporkan sesuai fakta di lapangan,” tegas Malin.
Wakil Bupati juga menanggapi adanya dugaan bahwa kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang membuka ladang. Setelah melakukan pengecekan langsung, ia menyatakan bahwa titik-titik api yang ditemukan berada di dalam kawasan perkebunan PT RKA.
“Posisi terbakar ini ada di lahan perkebunan PT RKA. Yang jelas di sekitar sini tidak ada ladang dan tidak ada orang bakar ladang. Jadi ini bukan ulah peladang,” ujarnya.
Malin mengingatkan agar masyarakat yang melakukan aktivitas berladang tidak serta-merta dijadikan pihak yang dipersalahkan atas kebakaran tersebut. Ia menilai penentuan sumber maupun penyebab karhutla harus berdasarkan pemeriksaan dan fakta yang ditemukan di lokasi.
“Jangan mengkambinghitamkan peladang. Sesuai fakta di lapangan, areal yang terbakar ini berada di tengah perkebunan perusahaan,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Melawi memastikan penanganan karhutla tetap dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah, aparat, pemerintah kecamatan dan desa, serta pihak-pihak terkait lainnya. Malin menekankan bahwa kecepatan respons menjadi faktor penting untuk mencegah api semakin meluas, terlebih kondisi cuaca kering berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Kita harus bergerak cepat agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya,” pungkasnya.
Ia selanjutnya meminta seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait meningkatkan pengawasan di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pemantauan secara berkala dan langkah pencegahan dinilai perlu diperkuat agar potensi munculnya titik api dapat segera diketahui dan ditangani. (Bgs).
















