Wartamelawi.com, Ketapang – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terus dilakukan secara intensif. Komandan Korem (Danrem) 121/Alambhana Wanawwai (Abw) Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., turun langsung ke lapangan untuk memantau sekaligus membantu proses pemadaman kebakaran di Kecamatan Matan Hilir, Sabtu (29/8/2026).
Di tengah kondisi medan yang cukup menantang, Danrem bersama personel di lapangan berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan lahan. Kehadiran langsung pimpinan di lokasi menjadi bentuk dukungan kepada para prajurit dan tim gabungan yang sejak awal berupaya mengendalikan kobaran api.
“Penanganan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan sinergi dan koordinasi seluruh pihak. Yang paling utama dalam pelaksanaan di lapangan adalah keselamatan personel,” ujar Brigjen TNI Purnomosidi.
Dengan menggunakan peralatan pemadaman yang tersedia, personel berupaya melokalisasi titik-titik api agar tidak semakin meluas. Kondisi angin dan karakteristik lahan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Danrem juga meminta seluruh personel tetap waspada terhadap perubahan kondisi di lapangan serta tidak mengabaikan faktor keselamatan selama melaksanakan pemadaman.
“Kita terus berupaya agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas. Personel harus tetap semangat, namun keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Sementara itu, di lokasi berbeda, Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib bersama para prajurit juga turun langsung berjibaku dalam upaya pemadaman lahan yang terbakar.
“Jajaran Kodim akan terus mendukung upaya penanganan Karhutla bersama seluruh unsur terkait. Koordinasi di lapangan terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api kembali meluas,” ujar Letkol Inf Zulkarnaen Galib.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, serta unsur terkait lainnya terus diperkuat dalam menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Ketapang.
Penanganan Karhutla menjadi perhatian serius karena kebakaran lahan yang tidak segera dikendalikan dapat meluas dan berdampak terhadap lingkungan maupun masyarakat. Selain merusak ekosistem, asap akibat kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.
Turunnya Danrem 121/Abw secara langsung ke lapangan menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kalimantan Barat.
“Upaya pemadaman akan terus dilakukan sampai titik api benar-benar dapat dikendalikan. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” pungkas Danrem.
Pemadaman, pendinginan, dan pemantauan di lokasi akan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman dan seluruh titik api berhasil dikendalikan. (Bgs).
Sumber : Penrem
















