Wartamelawi.com – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, meninjau langsung kawasan pertokoan di Jalan Merak, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kamis (29/10/2026), sehari setelah kebakaran besar melanda kawasan tersebut.
Dalam peninjauan itu, Bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat Nanga Pinoh, dan Kepala Desa Tanjung Niaga melihat secara langsung kondisi bangunan yang terdampak serta keadaan masyarakat pascakebakaran yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) dini hari.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut menghanguskan 54 rumah toko (ruko) dan satu rumah ibadah, yakni Kelenteng Fuk Tet Chie Nanga Pinoh. Musibah ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, khususnya para pemilik usaha yang kehilangan tempat berdagang dan harta benda.
Bupati Melawi menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat tersebut. Ia berharap para korban diberikan kekuatan untuk menghadapi situasi sulit dan dapat kembali menata kehidupan mereka setelah kehilangan akibat kebakaran.
“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa masyarakat di kawasan Jalan Merak ini. Pemerintah Kabupaten Melawi memahami bahwa dampak yang dirasakan warga tidak hanya kehilangan bangunan dan harta benda, tetapi juga menyangkut tempat usaha serta sumber penghidupan keluarga,” ujar Dadi Sunarya Usfa Yursa.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat terdampak melalui koordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait. Langkah penanganan diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga setelah dilakukan pendataan di lapangan.
Sebagai bentuk kepedulian awal, Dinas Sosial Kabupaten Melawi menyalurkan bantuan beras sebanyak 3 ton untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para korban kebakaran.
“Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama warga menjalani masa pemulihan pascakebakaran,” ungkapnya.
Selain bantuan kebutuhan pokok, Bupati juga mengingatkan warga agar memperhatikan kondisi kesehatan setelah peristiwa kebakaran. Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan pemeriksaan diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan, silakan mendatangi puskesmas atau RSUD Melawi. Pemerintah Kabupaten Melawi akan menanggung biaya pengobatan bagi korban kebakaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” tegas Dadi.
Kebakaran tersebut turut menghanguskan Kelenteng Fuk Tet Chie yang diketahui telah berdiri sejak 1925. Bangunan itu memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari kehidupan sosial serta keagamaan masyarakat Tionghoa di Nanga Pinoh.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, instansi terkait, dan unsur lainnya untuk mendata kerusakan serta mengidentifikasi kebutuhan warga. Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan lanjutan bagi masyarakat terdampak.
Di tengah musibah tersebut, kepedulian masyarakat turut terlihat melalui pembukaan posko bantuan oleh Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Melawi, Badan Sosial Pemadam Kebakaran (BSPBK) Bhakti Mulia, dan Yayasan Mawar.
Posko yang berlokasi di Yayasan Mawar, Jalan Juang, Kota Nanga Pinoh, menjadi tempat pengumpulan bantuan bagi masyarakat yang ingin membantu para korban. Bantuan yang dapat disalurkan meliputi uang tunai, pakaian layak pakai, dan sembako.
Bupati berharap kepedulian berbagai pihak dapat terus menguatkan masyarakat yang terdampak musibah tersebut.
“Dalam situasi seperti ini, dukungan dan kebersamaan sangat dibutuhkan. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak agar mereka bisa bangkit dan kembali menjalankan aktivitas secara bertahap,” tuturnya.
Sinergi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan masyarakat luas diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban sekaligus mendukung pemulihan kehidupan dan usaha mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran dan total kerugian materiil masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang. Aparat kepolisian juga disiagakan di lokasi untuk melakukan pengamanan dan mendukung proses penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. (Bgs).
















