Berita MelawiKarhutlaWarta Melawi

Api Terus Menyala di Lahan Gambut, Karhutla Melawi Capai 229,6 Hektare Lahan Terbakar di Empat Lokasi

149
×

Api Terus Menyala di Lahan Gambut, Karhutla Melawi Capai 229,6 Hektare Lahan Terbakar di Empat Lokasi

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Hingga Kamis (13/8/2026), sedikitnya 229,6 hektare lahan dilaporkan terbakar di empat lokasi, yakni Desa Pemuar Bukit Matok dan Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, serta Desa Nanga Kayan dan Desa Kelakik, Kecamatan Nanga Pinoh.

Kondisi tersebut membuat Satgas Karhutla Kabupaten Melawi terus bergerak melakukan pemadaman, monitoring dan penjagaan di wilayah yang berdekatan dengan permukiman maupun perkebunan masyarakat. Dari empat lokasi yang dilaporkan, api masih menyala di tiga wilayah, sementara kebakaran di Desa Kelakik telah berhasil dipadamkan.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, S.P., M.M., melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL), Rahmad Mauludin, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari kepala desa dan masyarakat. Laporan tersebut berkaitan dengan kebakaran di Desa Pemuar Bukit Matok, Desa Batu Nanta, Desa Nanga Kayan dan Desa Kelakik.

“Untuk Desa Pemuar Bukit Matok, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 6 hektare dan api masih menyala. Kemudian Desa Batu Nanta sekitar 65 hektare, kondisi api masih menyala karena sebagian wilayah merupakan lahan gambut,” ujar Rahmad.

Sementara di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 158 hektare. Api masih menyala karena kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut. Sedangkan di Desa Kelakik, kebakaran menghanguskan sekitar 0,6 hektare semak belukar dan kebun karet warga dan telah berhasil dipadamkan.

“Untuk Nanga Kayan, luas lahan terbakar kurang lebih 158 hektare dan api masih menyala. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu kendala karena api dapat bertahan di bawah permukaan. Sementara di Kelakik, sekitar 0,6 hektare sudah berhasil kami padamkan,” jelasnya.

Dalam penanganan di lapangan, Satgas Karhutla Kabupaten Melawi melibatkan berbagai unsur lintas sektoral, yakni BPBD Kabupaten Melawi, Polres Melawi, Polsek Nanga Pinoh, Polsek Belimbing, Damkar Melawi, Satpol PP Kabupaten Melawi, KPH Melawi, Manggala Agni, Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, BSPBK, Kodim, PMI Melawi serta PDAM Tirta Melawi. Seluruh unsur tersebut bersinergi melakukan pemadaman, monitoring, dukungan teknis dan logistik, serta pemantauan terhadap titik-titik api yang masih berpotensi meluas.

Rahmad mengungkapkan, kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama bagi Satgas Karhutla Kabupaten Melawi. Jarak lokasi yang cukup jauh dari pusat kabupaten, minimnya sumber air serta medan yang sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat membuat pemadaman melalui jalur darat tidak selalu maksimal.

“Kendala utama di lapangan adalah jarak lokasi yang cukup jauh, sumber air yang minim dan kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan. Karena itu, kami masih membutuhkan dukungan Satgas Water Bombing serta sarana dan prasarana penanganan Karhutla untuk mempercepat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau dari darat,” tegas Rahmad.

Menurutnya, dukungan operasi pemadaman dari udara sangat dibutuhkan, khususnya untuk kawasan gambut dan lokasi yang memiliki akses darat terbatas. Kehadiran Satgas Water Bombing diharapkan dapat membantu Satgas Karhutla Kabupaten Melawi mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kebakaran merambat ke wilayah perkebunan dan kawasan masyarakat.

Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi musim kemarau, keterbatasan sumber air dan karakteristik lahan gambut membuat potensi kebakaran meluas masih cukup tinggi.

Rahmad mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada BPBD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan maupun aparat kepolisian.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas,” pungkas Rahmad.

Satgas Karhutla Kabupaten Melawi bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik-titik kebakaran. Pemerintah juga mendorong pemerintah kecamatan dan desa untuk meningkatkan sosialisasi serta menyiapkan sarana pemadaman sebagai langkah antisipasi dini menghadapi ancaman Karhutla selama musim kemarau. (Bgs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250