Berita MelawiBPBD MelawiKarhutlaWarta Melawi

Kamis, Api Kepung Tiga Desa di Melawi! 279 Hektare Lahan Terbakar

38
×

Kamis, Api Kepung Tiga Desa di Melawi! 279 Hektare Lahan Terbakar

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.45 WIB, kebakaran terjadi di tiga lokasi, yakni Desa Pemuar Bukit Matok, Kecamatan Belimbing; Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh; dan Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing.

Informasi kejadian tersebut diterima BPBD Kabupaten Melawi berdasarkan laporan kepala desa dan masyarakat. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Melawi langsung melakukan pemadaman dan monitoring di sejumlah titik yang terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, S.P., M.M., melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Mauludin, mengatakan Karhutla di tiga lokasi tersebut memiliki karakteristik medan yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan ekstra.

“Untuk Desa Pemuar Bukit Matok, kebakaran terjadi di kawasan perbukitan yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 12 hektare dan sampai saat ini api masih menyala,” ujar Rahmad.

Sementara itu, kebakaran di Desa Nanga Kayan menjadi lokasi dengan luasan terdampak paling besar. Berdasarkan laporan sementara, sekitar 182 hektare lahan gambut telah terbakar dan api masih menyala.

“Di Nanga Kayan, lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut. Kondisi ini menjadi salah satu kendala karena api dapat bertahan dan menyebar di dalam lapisan gambut, sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan lebih intensif,” jelasnya.

Karhutla juga terjadi di Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 85 hektare. Api masih menyala di sejumlah bagian kawasan yang terbakar karena lokasi tersebut juga merupakan lahan gambut.

Dengan demikian, total luas lahan yang terbakar di tiga lokasi tersebut diperkirakan mencapai 279 hektare. Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Rahmad menjelaskan, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala dalam upaya pemadaman. Selain jarak lokasi yang cukup jauh dari pusat Kabupaten Melawi, akses menuju titik api juga sulit dijangkau.

“Khusus di Pemuar, kawasan yang terbakar berada di perbukitan dan tidak ada akses menuju titik api. Sedangkan di Nanga Kayan dan Batu Nanta, karakteristik lahannya merupakan gambut. Ditambah lagi sumber air di lokasi sangat terbatas,” ungkapnya.

Kondisi medan yang sulit dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam membawa personel dan peralatan menuju lokasi kebakaran.

Untuk memperkuat penanganan, BPBD Kabupaten Melawi membutuhkan dukungan Satgas water bombing serta sarana dan prasarana (sarpas) penanganan Karhutla. Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu menjangkau titik api yang sulit diakses secara manual.

“Dukungan water bombing dan sarana prasarana penanganan Karhutla sangat dibutuhkan, khususnya untuk lokasi yang sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan sumber air,” kata Rahmad.

BPBD Kabupaten Melawi bersama unsur terkait terus melakukan pemadaman dan monitoring terhadap perkembangan kebakaran. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas serta mengantisipasi munculnya titik api baru.

Di sisi lain, BPBD mengingatkan pemerintah kecamatan dan desa agar lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca kemarau.

“Masyarakat kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Apabila melakukan pembakaran lahan, harus benar-benar berhati-hati dan memastikan api tidak merambat. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan kepada BPBD, pemerintah desa, kecamatan maupun Polsek setempat,” imbaunya.

Pemerintah kecamatan dan desa juga diharapkan menyiapkan peralatan pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi awal. Kesiapsiagaan di tingkat desa dinilai penting untuk mempercepat penanganan sebelum kebakaran meluas.

BPBD Kabupaten Melawi memastikan pemantauan terhadap tiga lokasi tersebut terus dilakukan. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan perkembangan titik api, terutama pada kawasan gambut yang membutuhkan upaya pemadaman lebih intensif. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250