Wartamelawi.com – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Sumur warga mengering, sementara sumber air lainnya mengalami penurunan kualitas akibat tercampur air laut serta terdampak kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di tengah kondisi tersebut, TNI bergerak langsung ke lokasi terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Komandan Korem (Danrem) 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., mendampingi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., bersama Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novy Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kemarau panjang, Kamis (3/9/2026).
Bantuan air bersih tersebut merupakan bantuan dari Pangkogabwilhan I yang disalurkan langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak di Kalimantan Barat.
Yang membuat penyaluran bantuan ini berbeda adalah penggunaan Ransus Water Treatment, kendaraan khusus pengolahan air yang mampu mengolah air keruh maupun air yang telah tercampur air laut menjadi air bersih.
Dengan teknologi tersebut, air yang sebelumnya tidak layak digunakan dapat diolah menjadi air bersih yang memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk air siap minum.
Kehadiran Ransus Water Treatment menjadi sangat penting di tengah kondisi darurat air yang dialami warga. Kemarau panjang tidak hanya menyebabkan sumur-sumur mengering, tetapi juga membuat sebagian sumber air mengalami pencemaran dan penurunan kualitas.
Warga terdampak dapat memperoleh pasokan air siap minum dan air bersih layak pakai secara gratis. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan keperluan sehari-hari lainnya.
Penyaluran bantuan secara langsung ke lokasi terdampak juga menunjukkan upaya TNI untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi sulit akibat kemarau panjang dan karhutla.
Bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih, bantuan ini menjadi sangat berarti. Di saat sumur mengering dan kualitas sumber air menurun, kehadiran pasokan air bersih memberikan sedikit ruang bagi warga untuk tetap menjalani aktivitas sehari-hari.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan respons cepat TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi dan kondisi lingkungan akibat kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Sumber : Penrem121/Abw
















