BeritaKetahanan PanganWarta Melawi

Program Opla Sawah 2024–2025, Garap 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Melawi

318
×

Program Opla Sawah 2024–2025, Garap 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Melawi

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Kepangtan) terus memperkuat sektor pertanian dengan melaksanakan Program Optimasi Lahan (Opla) sawah pada Tahun Anggaran 2024 dan 2025. Program ini dikelola oleh Satuan Kerja (Satker) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan total luas lahan yang ditangani mencapai 1.400 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi.

Program Opla sawah tersebut merupakan bagian dari program pendukung swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi, M. Syaiful Khair, S.Sos.,M.Si, mengatakan bahwa program optimasi lahan sawah menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung kebijakan pemerintah pusat.

“Optimasi lahan sawah ini merupakan salah satu program pendukung swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Pemerintah daerah berperan aktif menerjemahkan kebijakan tersebut melalui peningkatan produktivitas lahan pertanian di daerah,” ujar M. Syaiful Khair, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan Program Opla sawah dilakukan selama dua tahun. Pada Tahun 2024, optimasi lahan dilaksanakan seluas 900 hektare yang melibatkan 57 kelompok tani, sedangkan pada Tahun 2025 dilanjutkan seluas 500 hektare dengan melibatkan 18 kelompok tani.

“Program optimasi lahan sawah ini dilaksanakan selama dua tahun, dengan total luas lahan yang dikerjakan mencapai 1.400 hektare dan tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Melawi,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan Opla sawah tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan fungsi lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh para petani.

Adapun lokasi pelaksanaan program optimasi lahan sawah meliputi beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Nanga Pinoh yang mencakup Desa Poring dan Kebebu. Di Kecamatan Ella Hilir, kegiatan dilaksanakan di Desa Nanga Nuak, Ella Hilir, Popay, dan Nanga Kalan. Kecamatan Sayan menyasar Desa Nanga Sayan.

Selanjutnya, di Kecamatan Pinoh Selatan, optimasi lahan dilakukan di Desa Sungai Bakah, Pelempai, dan Pintas. Kecamatan Tanah Pinoh meliputi Desa Bina Kaya, Bina Karya, Loka Jaya, Kadong, dan Keranjingan. Di Kecamatan Sokan, kegiatan dilaksanakan di Desa Laman Tawa, sementara Kecamatan Tanah Pinoh Barat meliputi Desa Ulak Murid dan Bukit Raya. Untuk Kecamatan Belimbing, optimasi lahan menyasar Desa Batu Ampar dan Guhung.

Lebih lanjut, M. Syaiful Khair menjelaskan bahwa ruang lingkup pekerjaan dalam Program Opla sawah mencakup berbagai kegiatan fisik pendukung sistem irigasi pertanian.

“Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi perbaikan dan pembuatan pintu-pintu air, pembuatan box bagi, rehabilitasi saluran irigasi tersier, serta pembuatan saluran irigasi tersier baru. Untuk Tahun 2024, pekerjaan fisik tersebut ditangani oleh TNI melalui Kodim 1205/Sintang, sedangkan pada Tahun 2025 tidak lagi dilakukan pekerjaan fisik irigasi dan difokuskan pada kegiatan penanaman yang dikelola langsung oleh masing-masing kelompok tani,” terangnya.

Setelah seluruh pekerjaan fisik rampung, kegiatan dilanjutkan dengan pengolahan lahan sawah oleh kelompok tani di masing-masing lokasi.

“Tahapan berikutnya adalah pengolahan lahan oleh kelompok tani, kemudian dilanjutkan dengan penanaman padi dengan memanfaatkan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk seluruh kelompok tani penerima,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui Program Optimasi Lahan sawah ini, produktivitas padi di Kabupaten Melawi dapat meningkat secara signifikan dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Harapan kita, dengan optimalnya lahan sawah dan dukungan sarana prasarana yang memadai, produksi padi di Melawi semakin meningkat dan petani semakin sejahtera,” pungkas M. Syaiful Khair. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250