BeritaBPBD KalbarKarhutlaWarta Melawi

Satgas Udara Bergerak! Helikopter Water Bombing Sisir Ketapang, Kubu Raya hingga Melawi

23
×

Satgas Udara Bergerak! Helikopter Water Bombing Sisir Ketapang, Kubu Raya hingga Melawi

Sebarkan artikel ini
Gambar : Briefing Pagi BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2026)

Wartamelawi.com, PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui operasi udara maupun patroli dan pemadaman di wilayah yang terindikasi terjadi kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah cepat dalam mengendalikan titik dan luasan kebakaran, sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

Berdasarkan Briefing Pagi BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2026), sejumlah armada udara telah digunakan untuk mendukung operasi penanganan Karhutla, baik melalui patroli udara maupun water bombing.

Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat mencatat sejumlah kegiatan operasi udara yang telah dilaksanakan. Di antaranya patroli udara menggunakan helikopter Bell 206 L4 Reg. PK-ALE dari Ketapang Base dengan total 33 sorti dan akumulasi waktu terbang mencapai 99 jam 29 menit.

Sementara itu, patroli udara dari Pontianak Base menggunakan helikopter Bell 206 B3 Reg. PK-FPA telah melaksanakan 15 sorti dengan total waktu terbang 48 jam 30 menit. Patroli juga didukung pesawat Cessna Grand Caravan 208B Reg. PK-SNG dengan total 16 sorti dan waktu terbang 81 jam 10 menit.

Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, SE., S.Pd., mengatakan operasi udara merupakan bagian penting dalam mendukung percepatan penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

“Patroli udara dilakukan untuk membantu memantau kondisi wilayah dan mengetahui lokasi yang membutuhkan penanganan. Informasi dari lapangan menjadi dasar bagi tim untuk menentukan langkah penanganan secara cepat dan tepat,” ujar Daniel. Minggu (13/09/26) pagi.

Selain patroli udara, BPBD Kalbar juga mengoperasikan sejumlah helikopter untuk kegiatan water bombing. Operasi tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan dan permintaan Satgas Darat.

Di Ketapang, misalnya, helikopter Sikorsky EH-60A Reg. N61AA melaksanakan water bombing di Desa Bangkal Serai, Kecamatan Kendawangan. Dalam akumulasi kegiatan kontrak, armada tersebut mencatat 174 bombing dengan total 696.000 liter air dan 54 sorti.

Sementara helikopter MI-17-1V Reg. VN-8416 melaksanakan water bombing di wilayah YIARI, Desa Pematang Gadung, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, dengan total 260 bombing, 1.040.000 liter air dan delapan sorti berdasarkan data akumulasi kegiatan yang tercantum dalam briefing.

Operasi water bombing juga dilakukan dari Pontianak Base. Helikopter Super Puma H225 Reg. VH-HGM tercatat melaksanakan 255 bombing dengan total 1.020.000 liter air dan 10 sorti. Operasi tersebut antara lain menyasar wilayah Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, berdasarkan permintaan Satgas Darat.

Untuk wilayah Kabupaten Kubu Raya, sejumlah armada juga dikerahkan. Helikopter Sikorsky UH-60L Reg. VH-L6T melaksanakan kegiatan water bombing di Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, sedangkan helikopter MI-172 Reg. VN-8424 melakukan water bombing di Desa Sungai Bulan, Kecamatan Sungai Raya.

Helikopter NAS-332 Super Puma Reg. H-3217 juga tercatat melaksanakan water bombing di Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Selain itu, helikopter Bell 412 EPI Reg. HA-5231 melaksanakan kegiatan water bombing di Desa Nanga Belimbing, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi.

Daniel menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan dukungan informasi yang akurat dari masyarakat di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya petani dan penjaga lahan, agar memberikan informasi apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan. Kecepatan informasi sangat membantu Satgas dalam menentukan prioritas penanganan di lapangan,” jelasnya.

Selain water bombing dan patroli udara, BPBD Kalbar juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi serta kondisi cuaca yang berkaitan dengan penanganan Karhutla.

Dalam briefing tersebut, pesawat Cessna Grand Caravan 208B Reg. PK-SNG tercatat melaksanakan OMC di wilayah Kalimantan Barat dengan total 15 sorti dan estimasi waktu terbang 37 jam 24 menit. Total bahan semai yang digunakan tercatat 14.200 kilogram NaCl, dengan sisa bahan semai 5.200 kilogram.

Sementara pesawat CASA NC-212i (A-2117) tercatat melaksanakan sembilan sorti dengan total waktu terbang 16 jam 35 menit, menggunakan 7.200 kilogram bahan semai NaCl dengan sisa 5.600 kilogram.

Luasan Lahan yang Ditangani

Data BPBD Kalbar juga mencatat sejumlah luasan lahan yang telah ditangani melalui operasi water bombing.

Helikopter Super Puma H225 Reg. VH-HGM menangani lahan terbakar sekitar 409 hektare dengan luasan yang dipadamkan sekitar 147 hektare. Helikopter Sikorsky UH-60L Reg. VH-L6T menangani sekitar 137,5 hektare lahan terbakar dan memadamkan sekitar 69 hektare.

Sementara Sikorsky EH-60A Reg. N61AA mencatat sekitar 190 hektare lahan terbakar dan sekitar 81 hektare telah dipadamkan. Helikopter MI-172 Reg. VN-8424 menangani sekitar 82,5 hektare lahan terbakar dengan sekitar 35 hektare berhasil dipadamkan. Sedangkan MI-17-1V Reg. VN-8416 mencatat sekitar 117 hektare lahan terbakar dan sekitar 53 hektare dipadamkan.

Data lainnya menunjukkan helikopter Sikorsky UH-60A Reg. N60CU menangani sekitar 226,3 hektare lahan terbakar dan memadamkan sekitar 177,5 hektare. Sementara helikopter AS 350B3e Reg. PK-DBM mencatat sekitar 25,5 hektare lahan terbakar dan sekitar 17 hektare telah dipadamkan.

Daniel menambahkan, sinergi antara Satgas Darat, Satgas Udara, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan Karhutla.

“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama seluruh unsur, mulai dari petugas di lapangan, pemerintah daerah, aparat, perusahaan hingga masyarakat. Yang paling utama adalah pencegahan dan respons cepat ketika api mulai muncul,” katanya.

BPBD Kalbar juga memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan dalam pelaksanaan operasi water bombing. Dalam briefing, operator helikopter patroli dan water bombing diingatkan untuk memastikan kondisi lahan sebelum melakukan pengeboman air, termasuk memastikan keberadaan petani, penjaga lahan maupun gubuk atau pondok.

Masyarakat dan petani yang menggarap lahan di area terbuka juga disarankan memberikan tanda berupa patok bendera di empat sudut penjuru lahan agar lokasi dapat lebih mudah dikenali dari udara.

“Kami juga mengingatkan masyarakat yang berada di area terbuka agar memberikan tanda yang mudah terlihat dari udara. Hal ini penting untuk membantu operator mengenali lokasi dan memastikan pelaksanaan water bombing tetap memperhatikan aspek keselamatan,” pungkas Daniel.

BPBD Provinsi Kalimantan Barat melalui Pusdalops Penanggulangan Bencana terus melakukan pemantauan dan koordinasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan respons yang reaktif, cepat dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah Kalimantan Barat. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250