Berita MelawiBPBD KalbarKarhutlaPolres MelawiTNI PolriWarta Melawi

Terjebak Kepungan Api, Satgas Karhutla Evakuasi Satu Keluarga dari Pondok Kebun di Manggala

13
×

Terjebak Kepungan Api, Satgas Karhutla Evakuasi Satu Keluarga dari Pondok Kebun di Manggala

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berhasil mengevakuasi satu keluarga yang terjebak di sebuah pondok kebun di Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026) siang.

Evakuasi dilakukan setelah petugas yang tengah berjibaku memadamkan kebakaran di sekitar lokasi menerima informasi bahwa sebuah pondok kebun yang semula diduga tidak berpenghuni ternyata masih ditempati oleh tiga orang.

Ketiga warga tersebut diketahui merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak. Mereka bertahan di dalam pondok meski kobaran api telah mendekati kawasan perkebunan dan mengepung area di sekitar tempat tinggal mereka.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak melakukan evakuasi. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel Korps Brimob Polri, Polsek Nanga Pinoh, TNI, Damkar Pemkab Melawi, Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Melawi, Badan Sosial Pencegahan Bahaya Kebakaran Nanga Pinoh, BPBD Kabupaten Melawi, Yayasan Sungai Kehidupan, serta Masyarakat Peduli Api.

Kapolres Melawi Polda Kalbar, AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., membenarkan adanya proses evakuasi tersebut. Ia mengatakan, petugas harus menembus medan sulit untuk menjangkau pondok yang berada di kawasan perkebunan dan lereng bukit.

“Berada di sekitar Kilometer 14 Jalan Kota Baru, petugas harus menembus dan membuat jalur sendiri untuk mengevakuasi satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak dari pondok miliknya di Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan,” terang AKBP Kahfi.

Menurutnya, pada awalnya keluarga tersebut sempat menolak dievakuasi. Mereka beralasan ingin tetap menjaga kebun, hewan ternak, serta pondok yang selama ini menjadi tempat mereka beraktivitas.

Namun, petugas terus memberikan pemahaman dengan pendekatan persuasif. Terlebih, kondisi di sekitar pondok sudah sangat berbahaya karena area tersebut mulai dikepung titik-titik kebakaran.

“Awalnya tidak ingin dievakuasi oleh petugas dengan alasan menjaga kebun, hewan ternak dan mampu bertahan serta hendak menjaga pondok kebunnya dari kebakaran. Atas kejelian petugas dengan bahasa yang mudah dipahami diberikan pengertian, mengingat di sekitar area pondoknya telah terkepung kebakaran yang merupakan lereng bukit, akhirnya dapat menerima dan mengikuti arahan,” jelasnya.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi yang cukup menantang. Petugas harus menghadapi medan berupa lereng bukit, cuaca panas, jarak pandang yang berkurang akibat asap, serta lokasi pondok yang cukup jauh dari jalan poros.

Meski demikian, seluruh proses evakuasi berjalan dengan aman. Tidak ada satu pun anggota keluarga yang mengalami cedera selama proses penyelamatan.

AKBP Kahfi mengimbau masyarakat yang berada di kawasan rawan Karhutla agar tidak memaksakan diri bertahan di lokasi apabila api mulai mendekati permukiman maupun pondok perkebunan.

“Kami mengarahkan satu keluarga yang telah dievakuasi agar kembali ke rumahnya. Selaku Kapolres Melawi, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Satgas Penanganan Karhutla atas dedikasinya yang telah membantu evakuasi. Semoga menjadi amal kebaikan dalam pelaksanaan tugas,” pungkas AKBP Kahfi.

Sumber : Humas Polres Melawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250