BeritaBerita MelawiBPBD MelawiKarhutlaWarta Melawi

Titik Api Mulai Padam, BPBD Melawi Ingatkan Lahan Gambut Masih Berpotensi Kembali

77
×

Titik Api Mulai Padam, BPBD Melawi Ingatkan Lahan Gambut Masih Berpotensi Kembali

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 09.26 WIB, sedikitnya delapan desa di tiga kecamatan terdampak kebakaran dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 594 hektare.

Informasi mengenai kejadian tersebut berasal dari laporan kepala desa dan masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Melawi melakukan pemantauan terhadap kondisi di sejumlah lokasi terdampak.

Delapan desa yang dilaporkan mengalami Karhutla yakni Desa Nanga Kayan, Desa Labai dan Desa Semadin Lengkong di Kecamatan Nanga Pinoh. Kemudian Desa Batu Nanta, Desa Sepantonak dan Desa Nusa Kenyikap di Kecamatan Belimbing, serta Desa Nyangau dan Desa Lengkong Nyadom di Kecamatan Ella Hilir.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, SP., M.M., M.Pd.K., melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Mauludin, mengatakan kondisi di sejumlah lokasi saat ini mulai membaik setelah hujan turun hampir merata di beberapa wilayah.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan beberapa kecamatan dan desa, titik api yang sebelumnya menyala sudah padam seiring hujan yang turun hampir merata di sejumlah wilayah. Namun, kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” ujar Rahmad Mauludin, Kamis (17/9/2026).

Rahmad menjelaskan, dari hasil pendataan sementara, kebakaran di Desa Nanga Kayan menghanguskan sekitar 280 hektare lahan gambut. Sejumlah titik di wilayah tersebut masih mengeluarkan asap karena karakteristik lahan gambut yang terbakar.

Sementara di Desa Labai, Kecamatan Nanga Pinoh, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 16 hektare yang meliputi hutan adat dan semak belukar. Api di wilayah tersebut telah padam.

Karhutla juga terjadi di Desa Semadin Lengkong dengan luas lahan terbakar sekitar 13 hektare. Kawasan yang terdampak meliputi semak belukar dan hutan adat, dan api dilaporkan telah padam.

Di Kecamatan Belimbing, Desa Batu Nanta menjadi salah satu wilayah dengan luasan terdampak cukup besar. Sekitar 178 hektare lahan gambut terbakar dan sejumlah titik masih mengeluarkan asap.

Kemudian di Desa Sepantonak, sekitar 43 hektare semak belukar dan lahan perkebunan warga terdampak kebakaran. Sementara di Desa Nusa Kenyikap, kebakaran menghanguskan sekitar 16 hektare semak belukar dan hutan lebat. Kedua wilayah tersebut dilaporkan dalam kondisi api telah padam.

Sementara itu, di Kecamatan Ella Hilir, kebakaran terjadi di Desa Nyangau dan Desa Lengkong Nyadom. Di Desa Nyangau, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 27 hektare yang meliputi semak belukar, perkebunan warga dan hutan adat.

Sedangkan di Desa Lengkong Nyadom, sekitar 21 hektare semak belukar dan perkebunan warga terdampak kebakaran. Api di kedua wilayah tersebut juga telah padam.

Rahmad mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun sebagian besar titik api telah berhasil dipadamkan. Menurutnya, kondisi lahan gambut tetap perlu mendapat perhatian karena masih berpotensi menyimpan bara dan kembali menimbulkan asap.

“Dengan berkurangnya titik api, kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing. Jangan sampai kembali muncul titik api baru yang kemudian berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” katanya.

Dalam penanganan Karhutla, BPBD Kabupaten Melawi masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh dari pusat kabupaten menjadi salah satu tantangan, ditambah kondisi medan yang sulit dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Khusus untuk Desa Nanga Kayan dan Desa Batu Nanta, kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut. Selain itu, sumber air di lokasi juga terbatas dan kondisi medan cukup sulit dilalui. Hal ini menjadi kendala dalam proses penanganan,” jelas Rahmad.

Untuk memperkuat penanganan Karhutla, BPBD Kabupaten Melawi membutuhkan dukungan sarana dan prasarana penanganan kebakaran, termasuk dukungan Satgas water bombing serta Dana Siap Pakai (DSP).

Rahmad juga meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan, terutama selama kondisi cuaca masih berpotensi kering.

“Kami berharap pemerintah kecamatan dan desa terus aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla. Peralatan pemadam kebakaran juga perlu disiapkan sebagai langkah antisipasi awal apabila terjadi kebakaran,” ungkapnya.

Masyarakat juga diimbau agar berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Apabila menemukan titik api, warga diminta segera melaporkannya kepada BPBD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan maupun Polsek setempat agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Jangan menunggu api membesar karena penanganan sejak dini akan lebih mudah dilakukan,” pungkas Rahmad.

Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian Karhutla tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah kecamatan dan desa, hujan yang turun hampir merata turut membantu memadamkan sejumlah titik api.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan, khususnya terhadap wilayah yang memiliki lahan gambut dan lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.

Dengan luas lahan terdampak, penanganan dan pencegahan Karhutla di Kabupaten Melawi membutuhkan sinergi antara pemerintah, petugas di lapangan dan masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali meluas. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250