BeritaWarta Melawi

Jembatan Melawi 2 Jadi Arena Perang, Meski Pernah Dilarang, Perang Petasan Tetap Dilakukan

350
×

Jembatan Melawi 2 Jadi Arena Perang, Meski Pernah Dilarang, Perang Petasan Tetap Dilakukan

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Perang petasan kembali mewarnai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Jembatan Sungai Melawi 2, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Tradisi yang sempat dilarang beberapa tahun lalu ini kembali terjadi dan menarik perhatian masyarakat luas. Sabtu (21/03/2026).

Sebelumnya, aksi perang petasan beberapa tahun lalu kerap dilakukan oleh kalangan muda-mudi di Jembatan Melawi 1 Sungai Pinoh. Namun, kegiatan tersebut dilarang keras oleh Pemerintah Kabupaten Melawi karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan serta menyebabkan kemacetan bagi pengguna jalan yang melintas. Bahkan, Bupati Melawi pernah mengeluarkan surat edaran terkait larangan perang petasan saat Hari Raya Idul Fitri.

Meski demikian, masyarakat tampaknya mengalihkan lokasi kegiatan ke Jembatan Melawi 2. Tradisi ini pun kembali berlangsung dengan pola yang hampir serupa, yakni saling lempar petasan antara dua kelompok. Uniknya, salah satu pihak berada di atas jembatan, sementara pihak lainnya menggunakan perahu motor (speed) di aliran Sungai Melawi.

Aksi tersebut menyerupai “pertempuran”, di mana kedua belah pihak saling mengarahkan petasan ke sasaran masing-masing. Tak jarang, insiden terjadi, termasuk perahu yang hampir karam akibat ledakan atau manuver menghindari petasan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap aktivitas tersebut. “Kalau dilihat memang ramai dan jadi tontonan, tapi ini sangat berbahaya. Petasan bisa melukai orang, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan di sungai maupun di jembatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun dianggap sebagai tradisi, keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama. “Tradisi boleh saja, tapi jangan sampai membahayakan. Apalagi ini melibatkan banyak orang dan dilakukan di tempat umum,” tambahnya.

Di sisi lain, tidak sedikit warga yang justru mendukung kegiatan tersebut. Mereka menilai perang petasan telah menjadi bagian dari tradisi tahunan saat Idul Fitri di Melawi dan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan tingginya antusiasme warga yang datang untuk menyaksikan langsung aksi tersebut. Kerumunan penonton memenuhi area sekitar jembatan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan risiko keselamatan lainnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait langkah penertiban atau pengamanan terhadap kegiatan tersebut. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban serta mengutamakan keselamatan selama merayakan Hari Raya Idul Fitri. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250