Wartamelawi.com – Program Mata Garuda Membangun Desa resmi menetapkan tiga desa sebagai Grand Finalist setelah melalui proses seleksi dan pitching pada 11 April 2026. Desa Karangan Purun, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, berhasil melaju ke tiga besar setelah menyisihkan 24 desa lainnya dari seluruh Indonesia.
Selain Desa Karangan Purun, dua desa lain yang turut lolos yakni Desa Urbinasopen di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, serta Desa Torosiaje di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Ketiga desa ini dipilih berdasarkan sejumlah indikator utama, di antaranya identifikasi masalah yang realistis, keselarasan potensi desa dengan tiga pilar program, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi proses transformasi pembangunan desa.
Koordinator pengusul program untuk Desa Karangan Purun, Ahirul Habib Padilah, S.IP., M.I.Pol, yang juga merupakan Alumni LPDP PK 26 Gardapati Pertiwi, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah mempersiapkan diri menghadapi tahapan survei lapangan. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif dari komunitas Mata Garuda LPDP melalui program Mata Garuda Membangun Desa.
“Tanggal 1 sampai 3 Mei saya akan membawa tamu sebanyak tiga orang Tim Mata Garuda Membangun Desa dari Jakarta untuk berkunjung ke Desa Karangan Purun dalam rangka kegiatan Mata Garuda Membangun Desa. Saat ini kita sudah masuk ke tiga besar setelah menyisihkan 24 desa lainnya dari seluruh Indonesia,” ujarnya. Senin (27/4/26).
Habib juga memaparkan bahwa, tahap survei lapangan menjadi bagian krusial dalam menentukan satu desa terbaik yang akan ditetapkan sebagai desa pilot atau desa binaan dalam program tersebut.
Mengusung semangat “3 Desa, 3 Cerita, 1 Tujuan: Perubahan”, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan desa di Indonesia.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, kegiatan survei, penilaian, dan observasi akan berlangsung pada 1 hingga 24 Mei 2026. Sementara itu, pengumuman desa terpilih sebagai pilot project dijadwalkan pada 31 Mei 2026, dengan pelaksanaan program dimulai pada Juni 2026 hingga Mei 2027.
Sementara itu, Kepala Desa Karangan Purun, Muhammad Hidayat, S.Kom, menyatakan pihaknya menyambut baik dan sangat antusias atas kunjungan Tim Mata Garuda Membangun Desa dari Jakarta dalam waktu dekat.
“Kami sangat antusias dan siap menerima kunjungan dari tim. Ini menjadi kesempatan penting bagi desa kami untuk menunjukkan potensi sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi kegelisahan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui program ini, berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi desa dapat diakomodasi melalui intervensi program yang tepat sasaran dari pemerintah pusat maupun pihak terkait lainnya.
“Harapan kami, apa yang menjadi kegelisahan di desa bisa terjawab dan diakomodir melalui berbagai program yang masuk ke desa. Dengan begitu, pembangunan di Karangan Purun bisa berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Masuknya Desa Karangan Purun ke tiga besar diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong inovasi, kolaborasi, serta pengembangan potensi lokal yang lebih optimal di Kabupaten Melawi. (Bgs).













