Berita MelawiDesaWarta Melawi

Musyawarah Desa Tanjung Niaga Bahas RPJMDes, RKPDes 2027 dan Percepatan Penanganan Stunting

70
×

Musyawarah Desa Tanjung Niaga Bahas RPJMDes, RKPDes 2027 dan Percepatan Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Pemerintah Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang membahas sejumlah agenda strategis pembangunan desa, meliputi rembuk stunting Tahun Anggaran 2027, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tahun 2021–2029, serta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tanjung Niaga pada Jumat (7/8/26) tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tanjung Niaga Juliansyah, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, unsur kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kader kesehatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kepala Desa Tanjung Niaga, Juliansyah, mengatakan bahwa Musyawarah Desa merupakan forum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menentukan arah pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki.

“Musyawarah Desa ini menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan usulan, masukan, serta menentukan skala prioritas pembangunan desa. Kami ingin setiap program yang dilaksanakan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” ujar Juliansyah. Jumat (7/8/26).

Selain membahas pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat, forum tersebut juga menitikberatkan pada upaya percepatan penanganan stunting melalui rembuk stunting sebagai bagian dari komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurut Juliansyah, penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga peran aktif keluarga.

“Pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, kami optimistis angka stunting dapat ditekan sehingga tumbuh kembang anak-anak di Desa Tanjung Niaga menjadi lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas penyempurnaan dokumen RPJMDes sebagai pedoman pembangunan jangka menengah desa serta penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2027 yang akan menjadi dasar pelaksanaan program pembangunan tahun depan.

Juliansyah menegaskan bahwa seluruh usulan yang disampaikan masyarakat akan diverifikasi dan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan mendesak, kemampuan anggaran desa, serta kesesuaiannya dengan regulasi yang berlaku.

“Kami berkomitmen menjalankan pembangunan desa secara transparan, partisipatif, dan akuntabel. Setiap usulan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan Musyawarah Desa ini, Pemerintah Desa Tanjung Niaga berharap terbangun kesepahaman antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250