Wartamelawi.com – Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menghadiri sekaligus membuka Konferensi Daerah (Konferda) XIV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Melawi Hilir Tahun 2026 yang digelar di GKII Filippi, Tanjung Beringin, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Rabu (19/8/2026).
Konferensi Daerah XIV GKII Melawi Hilir mengangkat tema “Bertumbuh Bersama”. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Melawi, Anggota DPRD Melawi, Ketua dan Badan Pengurus Wilayah II GKII Kalimantan Barat, Ketua dan Badan Pengurus Daerah GKII Melawi Hilir, Camat Menukung bersama Forkopimcam, kepala desa dan perangkat desa, para pendeta, badan pengurus jemaat, gembala sidang, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, jemaat GKII serta para undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Melawi menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengurus Daerah GKII Melawi Hilir yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan Konferensi Daerah XIV dengan baik. Ia berharap seluruh rangkaian konferensi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan dalam menjalankan pelayanan kepada Tuhan maupun masyarakat.
“Konferensi Daerah bukan hanya menjadi forum organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja dan menentukan arah pelayanan ke depan. Lebih dari itu, konferensi seperti ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, mempererat persaudaraan dan menyatukan langkah dalam menjalankan tugas pelayanan kepada Tuhan dan masyarakat,” ujar Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa.
Menurut Bupati, tema “Bertumbuh Bersama” memiliki makna yang luas. Pertumbuhan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan perkembangan organisasi, tetapi juga mencakup pertumbuhan iman, peningkatan kualitas pelayanan, kepedulian sosial serta kemampuan untuk hadir dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Saya berharap semangat bertumbuh bersama tersebut dapat terus diwujudkan dalam kehidupan bergereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Bupati juga menilai semangat tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat Kabupaten Melawi yang memiliki keberagaman agama, suku, budaya dan latar belakang. Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai dan saling menghormati.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis, damai dan saling menghormati,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Melawi menegaskan bahwa pembangunan daerah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Pembangunan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan dan organisasi gereja.
Ia menyebut gereja memiliki peran strategis dalam membangun karakter umat, memperkuat nilai-nilai moral, meningkatkan kepedulian sosial serta turut menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.
“Saya berharap GKII Daerah Melawi Hilir dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Melawi yang semakin maju, sejahtera, berkarakter dan harmonis,” ungkapnya.
Bupati juga mengajak jajaran pemerintah, gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat untuk terus membangun komunikasi serta kerja sama yang baik.
Menurutnya, Konferda XIV GKII Melawi Hilir hendaknya dimanfaatkan sebagai ruang untuk berdiskusi secara bijaksana, menyampaikan pendapat dengan penuh kasih serta mengambil keputusan terbaik bagi kemajuan pelayanan dan organisasi.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam sebuah forum merupakan hal yang wajar. Namun, setiap perbedaan hendaknya dikelola dengan semangat persaudaraan dan tujuan bersama untuk membangun pelayanan yang semakin baik.
“Perbedaan pandangan dalam sebuah forum merupakan hal yang wajar. Namun, hendaknya setiap perbedaan tersebut dapat dikelola dengan semangat persaudaraan dan tujuan yang sama, yaitu membangun pelayanan yang semakin baik,” pesan Bupati.
Bupati berharap Konferensi Daerah XIV GKII Melawi Hilir dapat menghasilkan keputusan-keputusan terbaik, kepengurusan yang solid serta program kerja yang mampu memperkuat pelayanan GKII pada masa mendatang.
Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Melawi agar tetap aman, damai dan harmonis. Peran tokoh agama dan seluruh umat beragama dinilai sangat penting dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat.
“Bertumbuh bersama berarti maju bersama. Melayani bersama berarti memberi manfaat bersama. Dan hidup dalam kasih berarti membangun Melawi yang damai dan harmonis,” tutur H. Dadi Sunarya Usfa Yursa.
Menutup sambutannya, Bupati Melawi berharap seluruh rangkaian Konferensi Daerah XIV GKII Melawi Hilir dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi, pelayanan jemaat serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Melawi.
Konferensi Daerah XIV GKII Melawi Hilir Tahun 2026 tersebut menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan harmonis. (Bgs).















