BeritaKalbarKarhutlaWarta Melawi

BPBD Kalbar Gaspol Kerahkan Patroli Udara, Water Bombing dan Satgas Darat

49
×

BPBD Kalbar Gaspol Kerahkan Patroli Udara, Water Bombing dan Satgas Darat

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com, Pontianak – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian serius di Provinsi Kalimantan Barat. Memasuki Jumat (21/8/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus melakukan pemantauan dan penanganan melalui patroli udara, operasi water bombing serta patroli dan pemadaman oleh Satgas Darat.

Gambar : Daniel, SE., S.Pd., Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulanan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Prov. Kalbar.

Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, SE.,S.Pd., mengatakan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan pemantauan udara dan dukungan personel di lapangan.

“Pemantauan dan penanganan Karhutla terus dilakukan secara terpadu. Patroli udara menjadi salah satu upaya untuk memantau kondisi wilayah secara lebih luas, sementara Satgas Darat melakukan patroli dan pemadaman di wilayah masing-masing,” ujar Daniel. Jumat (21/08/2026) kepada wartawan Wartamelawi.com.

Berdasarkan Briefing Pagi BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Jumat 21 Agustus 2026, sejumlah armada udara masih terlibat dalam operasi penanganan Karhutla. Salah satunya pesawat Cessna Grand Caravan 208B PK-SNK yang melakukan patroli udara dari Pontianak Base dengan wilayah pemantauan meliputi Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Sambas, Landak, Sanggau, Sekadau hingga Kabupaten Melawi.

Pesawat Cessna Grand Caravan 208B PK-SNK tersebut memiliki akumulasi operasi 51 jam 12 menit dengan 10 sorti. Pesawat dengan endurance hingga 5,5 jam dan jarak tempuh sekitar 900 nautical miles itu memiliki kapasitas maksimal empat penumpang.

“Patroli udara tidak hanya untuk melihat adanya indikasi kebakaran, tetapi juga membantu memberikan gambaran kondisi wilayah yang menjadi bahan koordinasi untuk menentukan tindak lanjut di lapangan,” kata Daniel.

Selain patroli udara, BPBD Kalbar juga terus mengerahkan armada water bombing untuk membantu pemadaman di lokasi yang membutuhkan dukungan dari udara.

Helikopter Sikorsky UH-60L registrasi VH-L6T tercatat memiliki akumulasi 63 jam 3 menit penerbangan, 585 bombing, 2.340.000 liter air dan 15 sorti. Dalam operasi terakhir, armada tersebut melakukan water bombing di Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, serta Desa Banyu Abang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara berdasarkan permintaan Satgas Darat.

Sementara itu, Helikopter Sikorsky EH-60A registrasi N61AA dari Ketapang Base telah mencatat 99 jam 50 menit penerbangan, 912 bombing, 3.648.000 liter air dan 26 sorti. Operasi dilakukan di Desa Pembedilan, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang berdasarkan permintaan Satgas Darat.

Helikopter MI-172 registrasi VN-8424 juga telah mencatat 44 jam 16 menit penerbangan, 338 bombing, 1.352.000 liter air dan 12 sorti. Operasi dilakukan di Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, serta Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Adapun Helikopter Super Puma H225 registrasi VH-HGM telah mencatat 98 jam 10 menit penerbangan, 525 bombing, 2.100.000 liter air dan 23 sorti dalam akumulasi kegiatan.

“Water bombing menjadi dukungan penting dalam penanganan kebakaran, terutama untuk lokasi yang membutuhkan penanganan dari udara. Namun, setelah penyiraman tetap diperlukan pemantauan dan penanganan di darat untuk memastikan kondisi api benar-benar terkendali,” ujar Daniel.

Data BPBD Kalbar juga mencatat sejumlah luasan lahan yang menjadi sasaran pemadaman melalui operasi udara. Helikopter Super Puma H225 menangani area terbakar sekitar 330 hektare, dengan sekitar 127 hektare telah dipadamkan. Helikopter Sikorsky UH-60L menangani sekitar 110,5 hektare, dengan 52,5 hektare telah dipadamkan.

Helikopter Sikorsky EH-60A menangani sekitar 77 hektare lahan terbakar dengan 34 hektare telah dipadamkan. MI-172 menangani sekitar 39,5 hektare dengan sekitar 17 hektare telah dipadamkan. Sementara MI-17-1V menangani sekitar 53 hektare dengan sekitar 20 hektare telah dipadamkan.

Sementara Helikopter Sikorsky UH-60A registrasi N60CU tercatat menangani sekitar 226,3 hektare lahan terbakar dengan sekitar 177,5 hektare telah dipadamkan. Helikopter AS 350B3e registrasi PK-DBM menangani sekitar 25,5 hektare dengan sekitar 17 hektare telah dipadamkan.

Menurut Daniel, penanganan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan operasi udara. Keberadaan Satgas Darat tetap dibutuhkan untuk melakukan patroli, pemadaman dan memastikan kondisi di lokasi setelah mendapatkan penanganan dari udara.

“Satgas Darat tetap menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi di lapangan. Patroli, pengecekan, pemadaman dan penanganan lanjutan harus terus dilakukan sesuai kondisi masing-masing wilayah,” jelasnya.

Dalam Briefing Pagi BPBD Kalbar, Satgas Darat diarahkan untuk melaksanakan patroli dan pemadaman di wilayah masing-masing sebagai bagian dari upaya pengendalian Karhutla.

BPBD Kalbar juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan dalam pelaksanaan patroli dan water bombing. Operator helikopter diminta memastikan kondisi lahan sebelum melakukan penyiraman, terutama terkait keberadaan petani, penjaga lahan maupun gubuk atau pondok di sekitar lokasi sasaran.

Masyarakat atau petani yang menggarap lahan terbuka juga disarankan memberikan tanda berupa patok bendera di empat sudut penjuru lahan agar lebih mudah dikenali dari udara.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan lahan masing-masing. Apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera informasikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti,” pungkas Daniel.

Dengan masih berlangsungnya patroli udara, operasi water bombing serta patroli dan pemadaman Satgas Darat, BPBD Kalbar terus memperkuat langkah pengendalian Karhutla. Sinergi antara unsur udara, Satgas Darat dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas serta memastikan setiap lokasi yang terdampak dapat segera ditangani. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250