BeritaBPBD KalbarKalbarKarhutla

Karhutla Kalbar Januari – Juli 2026 Capai 38.310,86 Hektare, Ketapang dan Kubu Raya Catat Luasan Terbesar

43
×

Karhutla Kalbar Januari – Juli 2026 Capai 38.310,86 Hektare, Ketapang dan Kubu Raya Catat Luasan Terbesar

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com, Pontianak – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi salah satu ancaman bencana yang perlu mendapat perhatian serius di Kalimantan Barat. Berdasarkan data informasi bencana Karhutla periode Januari hingga Juli 2026, total luasan lahan yang terbakar di sejumlah kabupaten dan kota di Kalbar mencapai 38.310,86 hektare.

Data tersebut mencatat sebaran luasan lahan terbakar di 14 kabupaten/kota. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 12.443,79 hektare, disusul Kabupaten Kubu Raya dengan 8.614,31 hektare dan Kabupaten Mempawah sebesar 6.144,98 hektare.

Selain itu, Kabupaten Kayong Utara tercatat memiliki luasan lahan terbakar sebesar 4.228,10 hektare, Kabupaten Sambas 2.318,48 hektare, Kabupaten Bengkayang 1.596,15 hektare, Kabupaten Landak 853,68 hektare, serta Kabupaten Sanggau mencapai 620,88 hektare.

Sementara itu, luasan lahan terbakar di beberapa daerah lainnya tercatat lebih rendah. Kabupaten Kapuas Hulu mencapai 450,38 hektare, Kota Singkawang 377,76 hektare, Kota Pontianak 295,29 hektare, Kabupaten Melawi 172,21 hektare, Kabupaten Sintang 139,98 hektare, dan Kabupaten Sekadau 55,03 hektare.

Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, SE., S.Pd, mengatakan data tersebut menunjukkan bahwa Karhutla telah tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dengan luasan yang cukup signifikan.

“Berdasarkan data periode Januari sampai Juli 2026, total luasan lahan yang terbakar di Kalimantan Barat mencapai 38.310,86 hektare. Data ini menunjukkan bahwa kejadian Karhutla masih perlu menjadi perhatian bersama, terutama di wilayah yang mencatat luasan terbakar cukup besar,” ujar Daniel. Jumat (21/08/2026).

Menurutnya, data sebaran luasan lahan terbakar menjadi bagian penting dalam melihat kondisi Karhutla di Kalimantan Barat. Dari data tersebut terlihat adanya perbedaan luasan yang cukup signifikan antarwilayah, dengan Ketapang menjadi daerah yang mencatat luasan terbesar.

“Data sebaran ini menjadi gambaran kondisi Karhutla di masing-masing wilayah. Kabupaten Ketapang tercatat memiliki luasan terbesar, kemudian Kubu Raya dan Mempawah. Tentunya informasi tersebut penting sebagai bahan pemantauan dan penanganan bencana Karhutla,” katanya.

Daniel menambahkan, penanganan Karhutla membutuhkan perhatian dan kewaspadaan secara berkelanjutan, khususnya terhadap wilayah yang memiliki luasan lahan terbakar tinggi.

“Upaya penanggulangan tidak hanya melihat pada jumlah kejadian, tetapi juga luasan lahan yang terdampak. Karena itu, pemantauan terhadap perkembangan Karhutla dan koordinasi penanganan di lapangan tetap menjadi hal yang penting,” jelasnya.

Berdasarkan dokumen informasi bencana tersebut, sumber data luasan lahan terbakar berasal dari SIPONGI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Data yang digunakan merupakan periode Januari hingga Juli 2026.Dengan total luasan mencapai 38.310,86 hektare, kondisi Karhutla di Kalimantan Barat sepanjang periode tersebut menjadi perhatian dalam upaya pengendalian dan penanggulangan bencana, terutama pada wilayah-wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250