Wartamelawi.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan sekitar Bandara Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Kebakaran yang berada di lahan tidak jauh dari kawasan bandara tersebut sempat berhasil dipadamkan, namun titik api kembali muncul dan hingga Jumat (28/8/2026) asap masih terlihat di sejumlah bagian lahan.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Nanga Pinoh, Budi Sarwanto, membenarkan adanya karhutla di sekitar kawasan Bandara Nanga Pinoh. Menurutnya, kebakaran mulai diketahui sejak Minggu dan sempat dilakukan upaya pemadaman.
“Memang terjadi kebakaran di sekitar kawasan bandara. Awalnya kebakaran terjadi pada hari Minggu dan sempat berhasil dipadamkan. Namun, sekitar dua hari kemudian api kembali muncul,” ujar Budi Sarwanto.
Ia menjelaskan, kondisi lahan yang masih kering diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bara api kembali menyala. Meskipun api utama telah berhasil dikendalikan, masih terdapat bagian lahan yang mengeluarkan asap.
“Setelah dipadamkan, ternyata masih ada bara di dalam lahan. Karena kondisi lahan kering, bara tersebut kembali menyala dan menimbulkan asap,” jelasnya.
Budi mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima, kondisi kemarau panjang turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Selain itu, aktivitas pembakaran sampah yang tidak dilakukan dengan benar juga diduga dapat menjadi pemicu munculnya api dan merembet ke lahan di sekitarnya.
“Cuaca yang kering tentu membuat lahan lebih mudah terbakar. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, karena api sangat mudah merembet ketika kondisi lahan kering,” katanya.
Keberadaan titik kebakaran di sekitar kawasan Bandara Nanga Pinoh menjadi perhatian serius karena asap yang ditimbulkan berpotensi memengaruhi jarak pandang di sekitar kawasan operasional bandara.
Menurut Budi, kondisi cuaca dan lingkungan di sekitar bandara menjadi salah satu faktor yang terus dipantau dalam menjaga keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.
“Yang menjadi perhatian kami tentu asapnya. Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar bandara, terutama apabila asap sampai mengganggu jarak pandang,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemantauan terhadap lokasi kebakaran tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi meluas. Hal tersebut dinilai penting mengingat kebakaran yang berada dekat dengan fasilitas penerbangan membutuhkan penanganan secara cepat dan berkelanjutan.
“Kami terus memantau perkembangannya. Yang penting api benar-benar padam dan tidak kembali muncul, sehingga tidak mengganggu aktivitas serta keselamatan penerbangan,” tegas Budi.
Selain berpotensi mengganggu jarak pandang, kebakaran yang terus meluas juga dapat mengancam aset dan fasilitas yang berada di sekitar kawasan bandara. Karena itu, koordinasi dan penanganan bersama diperlukan agar titik api dapat segera dikendalikan.
Budi juga mengingatkan masyarakat di sekitar kawasan Bandara Nanga Pinoh untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca masih kering. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka.
“Harapan kami masyarakat ikut menjaga kawasan sekitar bandara. Jangan membakar sampah atau melakukan pembakaran lainnya secara sembarangan. Kondisi saat ini sangat mudah memicu kebakaran,” pungkasnya.
Hingga Jumat (28/8/2026) malam, asap masih terlihat di sekitar lokasi bekas kebakaran. Pemantauan dan upaya memastikan bara api tidak kembali menyala menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas serta menjaga keamanan kawasan Bandara Nanga Pinoh. (Ali/Bgs).
















