Berita MelawiDaerahKarhutlaKecamatanPemerintahTNI PolriWarta Melawi

Tanah Pinoh Siaga Karhutla, Bupati Melawi Tekankan Respons Cepat dan Sinergi

93
×

Tanah Pinoh Siaga Karhutla, Bupati Melawi Tekankan Respons Cepat dan Sinergi

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Pemerintah Kabupaten Melawi terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring dan sosialisasi karhutla di Kecamatan Tanah Pinoh dan Tanah Pinoh Barat yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tanah Pinoh, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran. Monitoring dan sosialisasi ini juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi serta mempercepat respons apabila ditemukan adanya titik api.

Sejumlah unsur hadir dan terlibat dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Tim Sosialisasi Satuan Tugas Karhutla Mabes TNI, jajaran TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pihak perusahaan, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah kecamatan, desa, dunia usaha, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Pencegahan menjadi langkah utama yang harus kita lakukan. Pemerintah kecamatan dan desa harus terus memberikan edukasi kepada masyarakat serta memastikan seluruh unsur siap bergerak ketika ditemukan titik api,” ujar Bupati Melawi.

Ia meminta pemerintah kecamatan dan desa meningkatkan pemantauan di kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran. Setiap informasi mengenai munculnya titik api maupun aktivitas pembakaran harus segera dikomunikasikan agar dapat dilakukan penanganan sejak dini.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun pola koordinasi yang cepat dan efektif. Menurutnya, keterlambatan dalam menyampaikan informasi dapat menyebabkan api semakin sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering serta angin berpotensi mempercepat penyebaran api.

Tidak hanya kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung juga harus menjadi perhatian. Pemeriksaan terhadap peralatan pemadaman, ketersediaan sumber air, akses menuju kawasan rawan, serta kesiapan personel di lapangan perlu dilakukan secara rutin.

“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Ketika ada indikasi kebakaran, segera lakukan penanganan awal dan laporkan secara berjenjang agar dukungan personel maupun peralatan dapat segera dikerahkan,” tegasnya.

Bupati turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terlebih pada kondisi cuaca yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran dan memperbesar kemungkinan api menjalar ke area lainnya.

Masyarakat juga diminta berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kegiatan pembakaran yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.

Menurut H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, dampak karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan, transportasi, perekonomian, serta kehidupan sosial.

Karena itu, upaya penanggulangan karhutla harus dibangun melalui kesadaran dan tanggung jawab bersama. Deteksi dini, pelaporan cepat, kesiapan personel, serta dukungan peralatan menjadi bagian penting dalam memperkecil risiko dan dampak kebakaran.

Melalui kegiatan monitoring dan sosialisasi tersebut, Pemkab Melawi berharap kesiapsiagaan menghadapi karhutla di Kecamatan Tanah Pinoh dan Tanah Pinoh Barat semakin meningkat. Pemerintah kecamatan dan desa juga didorong untuk memperkuat posko serta mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dalam memantau wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

“Pemkab Melawi berkomitmen memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan koordinasi yang cepat dan kesiapsiagaan yang baik, risiko serta dampak karhutla dapat kita tekan bersama,” pungkasnya. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250