BeritaBerita MelawiBPBD MelawiKarhutlaKecamatanPemerintahTNI PolriWarta Melawi

Titik Panas Masih Terdeteksi, Pemkab Melawi Perkuat Penanganan Karhutla di Belimbing

20
×

Titik Panas Masih Terdeteksi, Pemkab Melawi Perkuat Penanganan Karhutla di Belimbing

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Pemerintah Kabupaten Melawi terus memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kecamatan Belimbing. Langkah tersebut dilakukan menyusul masih ditemukannya sejumlah titik panas di beberapa wilayah desa yang membutuhkan penanganan dan pengawasan secara intensif.

Upaya penguatan penanganan tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Pemkab Melawi bersama Tim Sosialisasi Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Mabes TNI ke Kantor Camat Belimbing yang sekaligus difungsikan sebagai Posko Karhutla Kecamatan Belimbing, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan dipimpin Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H., dan turut dihadiri Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Lukman Arif, Wakapolres Melawi Kompol Aang Permana, unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta Satgas Karhutla Kecamatan Belimbing.

Camat Belimbing, Vivi Sukiyanti, dalam laporannya menyampaikan bahwa hasil pemantauan masih menunjukkan adanya sejumlah titik panas yang tersebar di beberapa wilayah. Di Desa Nusa Kenyikap terpantau sebanyak 17 titik, Desa Batu Nanta enam titik, Desa Sepantonak enam titik, Desa Upit empat titik, dan Desa Laman Bukit sebanyak tiga titik.

Vivi menjelaskan, proses penanganan di sejumlah lokasi masih menghadapi berbagai kendala. Kondisi medan yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air, serta belum optimalnya sarana dan prasarana pemadaman menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Wilayah Laman Bukit dan sekitarnya menjadi salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian lebih karena akses menuju lokasi kebakaran cukup sulit.

“Kondisi di lapangan cukup sulit. Selain medan yang berat, sarana pemadaman dan sumber air juga terbatas. Namun, Satgas Kecamatan Belimbing terus melakukan koordinasi dan penanganan bersama,” ujar Vivi.

Menurutnya, upaya pemadaman dan penyisiran terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polsek, Koramil, pemerintah desa hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Koordinasi antarunsur terus diperkuat untuk memastikan setiap informasi mengenai titik api dapat segera ditindaklanjuti.

Wakil Bupati Melawi, Malin, meminta seluruh unsur di Kecamatan Belimbing meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas. Ia menilai kondisi karhutla yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian serius dan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

Malin juga menyoroti keterbatasan peralatan yang tersedia di lapangan. Dalam kondisi tertentu, masyarakat bahkan masih mengandalkan alat semprot pertanian sederhana untuk membantu proses pemadaman kebakaran.

“Kita saat ini berada dalam kondisi bencana. Peralatan pemadam sangat terbatas, sementara anggaran desa dan daerah juga menipis. Karena itu, saya meminta masyarakat untuk menunda seluruh kegiatan pembakaran, baik untuk membuka kebun, ladang, maupun membakar sampah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kemampuan fiskal pemerintah daerah yang terbatas, termasuk adanya penurunan Transfer ke Daerah (TKD), menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan penanganan bencana. Kondisi tersebut membuat langkah pencegahan harus semakin dikedepankan agar tidak muncul titik api baru yang dapat menambah beban penanganan.

Wakil Bupati meminta pemerintah kecamatan dan desa terus mengingatkan masyarakat mengenai bahaya aktivitas pembakaran. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga tindakan awal dapat dilakukan sebelum api berkembang dan sulit dikendalikan.

Selain itu, Malin mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Hal tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi daerah tetap aman dan terkendali selama penanganan karhutla berlangsung.

Sementara itu, Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Lukman Arif, menekankan pentingnya strategi pemadaman yang disesuaikan dengan kondisi medan. Menurutnya, langkah utama yang harus dilakukan adalah menghentikan pergerakan api agar tidak merembet menuju permukiman warga.

“Kita harus fokus pada teknik penghentian api agar tidak masuk ke permukiman dan tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih parah, termasuk meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut akibat asap,” ujarnya.

Brigjen TNI Lukman Arif juga mendorong dunia usaha untuk ikut mengambil peran dalam penanganan karhutla, terutama perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan peralatan pemadaman, sumber air, logistik, maupun personel sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kondisi masyarakat saat ini sedang sulit. Karena itu, perusahaan swasta yang berada di sekitar wilayah terdampak harus ikut turun tangan memberikan dukungan, baik secara moral maupun logistik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan tenaga relawan. Pemerintah, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, MPA, masyarakat, serta dunia usaha harus bergerak secara bersama-sama sesuai tugas dan kemampuan masing-masing.

“Ini menjadi tantangan bersama untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, ketersediaan peralatan, sumber air, dan dukungan anggaran. Kita tidak boleh hanya bergerak setelah kebakaran meluas,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi turut menyerahkan bantuan untuk mendukung operasional Posko Karhutla Kecamatan Belimbing. Bantuan yang diberikan berupa beras, paket sembako, dan uang tunai yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan personel yang bertugas melakukan pemadaman maupun penyisiran di lapangan.

Pemkab Melawi bersama TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, MPA, relawan, serta unsur terkait lainnya akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan dan titik-titik api yang masih aktif. Upaya penyisiran dan pemadaman akan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Melawi kembali mengingatkan masyarakat untuk menunda segala bentuk aktivitas pembakaran, baik dalam kegiatan membuka lahan maupun membakar sampah. Dunia usaha juga diharapkan meningkatkan kepedulian serta memberikan dukungan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Dengan sinergi seluruh pihak, pemerintah daerah berharap kebakaran dapat dicegah sejak dini sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap kesehatan masyarakat, permukiman, aktivitas ekonomi, serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Melawi. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250