BeritaDaerahSekadauWarta Melawi

KSP CU Keling Kumang Perkuat Regenerasi Gerakan, Guru dan Dosen Dibekali TOT Pendidikan Gen Z

22
×

KSP CU Keling Kumang Perkuat Regenerasi Gerakan, Guru dan Dosen Dibekali TOT Pendidikan Gen Z

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com, Sekadau – KSP CU Keling Kumang terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan generasi penerus gerakan koperasi melalui Program Pendidikan Gen Z. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) Pendidikan Anggota yang melibatkan guru SMK Keling Kumang serta dosen dan civitas akademika Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk menyiapkan fasilitator internal yang nantinya berperan memberikan pendidikan perkoperasian kepada siswa dan mahasiswa, khususnya generasi Z.

TOT bagi guru SMK Keling Kumang dilaksanakan pada Jumat-Sabtu, 4-5 September 2026, di Aula Rumah Bersama Taman Kelampiau, Sekadau. Sementara TOT bagi dosen dan civitas akademika ITKK berlangsung pada Minggu-Senin, 6-7 September 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh CEO KSP CU Keling Kumang, Hilarius Gimawan, S.E., M.M. Dalam arahannya, Hilarius menekankan pentingnya peran guru dan dosen dalam memperkenalkan serta menanamkan nilai-nilai gerakan koperasi kepada generasi muda.

“Guru dan dosen memiliki peran strategis dalam menjembatani nilai-nilai gerakan koperasi dengan kehidupan generasi muda. Karena itu, Pendidikan Gen Z harus dikemas dengan pendekatan yang menarik, kontekstual dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Hilarius.

Menurutnya, pendidikan perkoperasian tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk teori. Nilai-nilai koperasi perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar dapat dipahami dan diterapkan oleh siswa maupun mahasiswa.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar pengetahuan tentang koperasi, tetapi juga pemahaman terhadap nilai, jati diri, semangat kebersamaan dan cita-cita gerakan. Generasi muda perlu memahami bahwa koperasi merupakan gerakan yang memiliki tujuan untuk membangun kesejahteraan bersama,” katanya.

Dalam pelaksanaan TOT, para peserta mendapatkan penguatan materi mengenai sejarah, doktrin, ideologi, nilai dan jati diri Gerakan Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang.

Materi pelatihan disampaikan oleh Drs. Munaldus, M.A., selaku penggagas, pendiri sekaligus penasihat Gerakan Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai metode fasilitasi dengan pendekatan pendidikan orang dewasa atau andragogi.

Tidak hanya menerima materi, peserta turut mengikuti praktik fasilitasi dan diarahkan menyusun materi pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa maupun mahasiswa sebagai peserta Pendidikan Gen Z.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat pendidikan perkoperasian lebih komunikatif, partisipatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Pendidikan anggota harus terus dikembangkan sesuai dengan karakter peserta didik. Nilai-nilai koperasi perlu disampaikan dengan cara yang relevan agar tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi benar-benar dapat dikaitkan dengan kehidupan dan tantangan yang dihadapi generasi Z,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Departemen MPR-MED (Marketing, Public Relations, and Member Education) KSP CU Keling Kumang, Hermanus TR, yang menjadi penggerak kegiatan, mengatakan TOT tersebut merupakan bagian penting dalam mempersiapkan tenaga pendidik agar mampu menjadi fasilitator Pendidikan Gen Z di lingkungan pendidikan Keling Kumang.

“Melalui TOT ini, kami ingin mempersiapkan fasilitator internal yang tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan pendidikan kepada generasi muda dengan metode yang tepat. Harapannya, Pendidikan Gen Z dapat berjalan secara sistematis, konsisten dan berkelanjutan,” ujar Hermanus.

Ia menilai guru dan dosen memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan siswa dan mahasiswa. Karena itu, kesamaan pemahaman mengenai nilai dan arah gerakan menjadi modal penting dalam pelaksanaan pendidikan anggota.

“Fasilitator internal merupakan bagian penting dalam proses regenerasi gerakan. Nilai dan semangat koperasi harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui proses pendidikan yang terencana dan dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bagian dari hasil pelatihan, para peserta juga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai pedoman untuk mengimplementasikan hasil TOT dalam pelaksanaan Pendidikan Gen Z di lingkungan SMK Keling Kumang maupun ITKK.

Penyusunan RTL tersebut diharapkan memastikan proses pendidikan tidak berhenti setelah kegiatan TOT selesai, tetapi dapat dilanjutkan melalui implementasi nyata di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.

Program Pendidikan Gen Z menjadi salah satu bagian dari upaya jangka panjang KSP CU Keling Kumang dalam memperkuat regenerasi Gerakan Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang. Generasi muda didorong untuk mengenal koperasi bukan hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai gerakan yang mengedepankan nilai kebersamaan, solidaritas, kemandirian dan semangat membangun kesejahteraan bersama.

Melalui keterlibatan guru, dosen dan civitas akademika, KSP CU Keling Kumang berharap pendidikan perkoperasian semakin dekat dengan kehidupan generasi muda dan mampu melahirkan generasi penerus yang memahami nilai koperasi serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan gerakan di masa mendatang. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250